Menghangatnya Hubungan Iran-China Ancaman bagi 'Dunia Bebas'
Selasa, 22 Desember 2020 - 04:30 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan bahwa hubungan China - Iran yang menghangat merupakan ancaman bagi "dunia bebas". Ini karena China berupaya memperluas kehadirannya di Timur Tengah dengan mengorbankan Amerika.
Di bawah Presiden Xi Jinping, China telah memperkuat hubungan dengan Iran yang semakin terisolasi ketika hubungan AS-China anjlok ke titik terendah sepanjang masa. Kondisi ini menghadirkan tantangan baru kepada anggota parlemen AS tentang bagaimana melawan musuh yang berkembang.
(Baca: AS Mengaku Sudah Siap Hadapi Gelombang Serangan Balas Dendam Iran )
Sejak tur pertama Xi ke Timur Tengah pada tahun 2016, China telah bekerja untuk memperdalam kerjasama strategisnya dengan negara-negara di Timur Tengah. Baru-baru ini, ada pembicaraan tentang Iran dan China yang menandatangani kesepakatan strategis selama 25 tahun.
Peter Berkowitz, Direktur Staf Perencanaan Kebijakan Kementerian Luar Negeri AS, memperingatkan bahwa perjanjian itu akan menjadi berita yang sangat buruk bagi dunia bebas, jika dua rezim otoriter terkemuka di dunia mencapai kesepakatan seperti itu.
Di bawah Presiden Xi Jinping, China telah memperkuat hubungan dengan Iran yang semakin terisolasi ketika hubungan AS-China anjlok ke titik terendah sepanjang masa. Kondisi ini menghadirkan tantangan baru kepada anggota parlemen AS tentang bagaimana melawan musuh yang berkembang.
(Baca: AS Mengaku Sudah Siap Hadapi Gelombang Serangan Balas Dendam Iran )
Sejak tur pertama Xi ke Timur Tengah pada tahun 2016, China telah bekerja untuk memperdalam kerjasama strategisnya dengan negara-negara di Timur Tengah. Baru-baru ini, ada pembicaraan tentang Iran dan China yang menandatangani kesepakatan strategis selama 25 tahun.
Peter Berkowitz, Direktur Staf Perencanaan Kebijakan Kementerian Luar Negeri AS, memperingatkan bahwa perjanjian itu akan menjadi berita yang sangat buruk bagi dunia bebas, jika dua rezim otoriter terkemuka di dunia mencapai kesepakatan seperti itu.
Lihat Juga :