Putin Puji Intelijen Rusia Meski Dituduh Dalangi Serangan Siber pada AS
Senin, 21 Desember 2020 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
"Saya tahu apa yang saya bicarakan di sini," kata Putin, yang merupakan mantan agen KGB, dalam komentar yang dibagikan di situs Kremlin, seperti dikutip Reuters, Senin (21/12/2020). "Dan saya sangat menilai operasi profesional sulit yang telah dilakukan."
“Perhatian paling serius harus diberikan pada keamanan informasi, untuk memerangi ekstremisme dan melawan korupsi,” ujar Putin. (Baca juga: Dulu Sembunyi-sembunyi, Kini Ornamen Natal Dijual Terbuka di Arab Saudi )
Dia juga mengatakan kepada anggota agensi untuk memberi perhatian khusus pada risiko yang ditimbulkan oleh konflik yang "membara" di dekat perbatasan negara.
Bentrokan kembali dilaporkan antara Armenia dan Azerbaijan terkait perebutan wilayah Nagorno-Karabakh meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi Rusia. Protes mingguan anti-pemerintah juga terus berlanjut di Belarus.
"Saya berharap Badan Intelijen Asing akan terus menanggapi secara fleksibel konteks internasional yang sangat berubah, secara aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi dan menetralkan potensi ancaman terhadap Rusia, dan meningkatkan kualitas bahan analitisnya," kata Putin.
“Perhatian paling serius harus diberikan pada keamanan informasi, untuk memerangi ekstremisme dan melawan korupsi,” ujar Putin. (Baca juga: Dulu Sembunyi-sembunyi, Kini Ornamen Natal Dijual Terbuka di Arab Saudi )
Dia juga mengatakan kepada anggota agensi untuk memberi perhatian khusus pada risiko yang ditimbulkan oleh konflik yang "membara" di dekat perbatasan negara.
Bentrokan kembali dilaporkan antara Armenia dan Azerbaijan terkait perebutan wilayah Nagorno-Karabakh meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi Rusia. Protes mingguan anti-pemerintah juga terus berlanjut di Belarus.
"Saya berharap Badan Intelijen Asing akan terus menanggapi secara fleksibel konteks internasional yang sangat berubah, secara aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi dan menetralkan potensi ancaman terhadap Rusia, dan meningkatkan kualitas bahan analitisnya," kata Putin.
(min)
Lihat Juga :