Putin Perintahkan Tim Elit Racuni Navalny, Menlu Rusia: Lucu untuk Dibaca
Kamis, 17 Desember 2020 - 15:32 WIB
loading...
Menlu Rusia tanggapi santai tudingan Presiden Vladimir Putin memerintahkan tim elit racuni tokoh oposisi Alexei Navalny. Foto/theaustralian.com.au
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia , Sergey Lavrov, mengatakan laporan yang mengungkapkan rincian baru tentang peracunan pemimpin oposisi Alexei Navalny "lucu untuk dibaca".
Investigasi CNN-Bellingcat terkait peracunan Navalny menemukan bukti bahwa Dinas Keamanan Federal Rusia, yang dikenal sebagai FSB, membentuk tim elit dengan spesialisasi racun saraf untuk meracuni Navalny. Tim tersebut juga telah mengawasi pria berusia 44 tahun itu selama bertahun-tahun sebelum dia pingsan selama penerbangan pada Agustus lalu dan dilarikan ke rumah sakit.
"Kami sudah terbiasa dengan fakta bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya hanya mengumumkan di media serangkaian tuduhan lain terhadap Rusia, baik itu peretas atau semacam sensasi tentang keracunan ganda atau bahkan tiga kali lipat Navalny," kata Lavrov.
“Semua berita ini lucu untuk dibaca, tetapi hanya mengatakan satu hal - atau lebih tepatnya cara berita ini disajikan mengatakan hanya satu hal - bahwa mitra Barat kita tidak memiliki standar etika dan kurang keterampilan dalam pekerjaan diplomatik normal dan (memiliki) keengganan untuk mematuhi norma hukum internasional dalam mencari fakta,” sambungnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Kamis (17/12/2020).
Investigasi CNN-Bellingcat terkait peracunan Navalny menemukan bukti bahwa Dinas Keamanan Federal Rusia, yang dikenal sebagai FSB, membentuk tim elit dengan spesialisasi racun saraf untuk meracuni Navalny. Tim tersebut juga telah mengawasi pria berusia 44 tahun itu selama bertahun-tahun sebelum dia pingsan selama penerbangan pada Agustus lalu dan dilarikan ke rumah sakit.
"Kami sudah terbiasa dengan fakta bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya hanya mengumumkan di media serangkaian tuduhan lain terhadap Rusia, baik itu peretas atau semacam sensasi tentang keracunan ganda atau bahkan tiga kali lipat Navalny," kata Lavrov.
“Semua berita ini lucu untuk dibaca, tetapi hanya mengatakan satu hal - atau lebih tepatnya cara berita ini disajikan mengatakan hanya satu hal - bahwa mitra Barat kita tidak memiliki standar etika dan kurang keterampilan dalam pekerjaan diplomatik normal dan (memiliki) keengganan untuk mematuhi norma hukum internasional dalam mencari fakta,” sambungnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Kamis (17/12/2020).
Lihat Juga :