Januari, WHO Kirim Tim Investigasi ke Wuhan Lacak Asal-usul Covid-19

Kamis, 17 Desember 2020 - 13:16 WIB
loading...
Januari, WHO Kirim Tim...
WHO akan mengirim tim investigasi ke Wuhan, China, untuk melacak asal usul Covid-19 awal tahun depan. Foto/Ilustrasi
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengirim tim investigasi ke Wuhan , China , untuk menyelidiki asal usul SARS-CoV-2, virus yang menyebabkannya pandemi Covid-19 awal tahun depan. Hal itu diungkapkan anggota dan diplomat dari beberapa negara.

Tim yang terdiri dari 12-15 ahli internasional tengah bersiap untuk pergi ke Wuhan guna memeriksa bukti, termasuk sampel manusia dan hewan yang dikumpulkan oleh para peneliti China, serta membangun studi awal mereka.

(Baca juga : Liverpool dan Barca Menang 2-1, Napoli Kalah di Kandang Inter )

Seorang anggota asal Denmark, Thea Fischer, mengatakan tim akan pergi tepat setelah Tahun Baru untuk misi selama enam minggu, termasuk dua minggu karantina pada saat kedatangan.

(Baca juga : Oscar De La Hoya Comeback Bertarung di Usia 47, GGG: Aku Bisa Membunuhnya! )



“Fase 1 seharusnya sudah selesai sekarang, sesuai dengan kerangka acuan, dan kami akan mendapatkan beberapa hasil. Jika itu yang kita dapatkan saat kita datang ke China itu akan luar biasa. Maka kami sudah berada di fase 2,” terangnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/12/2020).

Sedangkan seorang ahli di Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) yang akan ambil bagian, Keith Hamilton, mengatakan: "Saya mengantisipasi misi akan berlangsung segera."

Hamilton mengatakan virus serupa tetapi tidak identik diidentifikasi pada kelelawar tapal kuda. Hal itu menunjukkan bahwa virus tersebut ditularkan terlebih dahulu ke hewan, atau inang perantara, sebelum menginfeksi manusia.

“Saat kami melakukan pengawasan hewan, itu sulit, seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” jelasnya.(Baca juga: Kamboja Tidak Izinkan Warganya jadi Relawan Vaksin Covid-19 )

Peter Ben Embarek, pakar utama penyakit hewan WHO, bulan lalu mengatakan misi tersebut ingin mewawancarai pekerja pasar tentang bagaimana mereka terinfeksi virus tersebut.

"Tidak ada yang menunjukkan bahwa itu adalah buatan manusia," tambahnya.

(Baca juga : Bos Petronas Yamaha Pasang Target Tinggi, Valentino Rossi Sanggup Penuhi? )

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan bahwa tim internasional sedang mengerjakan pengaturan logistik untuk melakukan perjalanan ke China secepat mungkin.

"Kami berharap tim bisa melakukan perjalanan pada Januari,” katanya dalam email balasan email menjawab pertanyaan Reuters.

Beberapa negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keterlambatan pengiriman ahli internasional.

(Baca juga : Terjebak Konflik, 2,3 Juta Anak di Ethiopia Terancam Kelaparan )

Seorang diplomat senior Barat mengeluhkan kurangnya transparansi sementara para ahli tidak berada di lapangan untuk berbicara dengan dokter dan peneliti atau memeriksa sampel laboratorium.

Tetapi diplomat Barat lainnya mengatakan bahwa misi tersebut berada pada "pijakan yang baik" dan bahwa WHO harus menerima persyaratan China untuk mengamankan akses.(Baca juga: Covid-19 Menggila, 4,3 Juta Orang di Dunia Terinfeksi dalam Seminggu )

Amerika Serikat, yang menuduh China menyembunyikan luasnya wabah, telah menyerukan penyelidikan yang dipimpin WHO yang transparan dan mengkritik persyaratannya yang memungkinkan para ilmuwan China untuk melakukan tahap pertama dari penelitian pendahuluan.

Seorang diplomat Barat mengatakan bahwa tim tersebut diperkirakan akan bertolak ke China pada awal Januari, jelang pembukaan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari.

"Ada tekanan kuat di China dan WHO," ia menambahkan.

(Baca juga : Empat Kasus Baru, 2.283 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19 )

China melaporkan kasus pertama pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Wuhan, China tengah, ke WHO pada 31 Desember dan menutup pasar tempat virus Corona diyakini telah muncul.

Belakangan, media pemerintah China menyebut bahwa virus itu berasal dari luar negeri sebelum ditemukan di Wuhan. Laporan itu mengutip keberadaan virus itu pada kemasan makanan beku impor dan makalah ilmiah yang mengklaim virus itu telah beredar di Eropa tahun lalu.(Baca juga: Covid-19 Muncul di Italia Oktober 2019, China Tolak Dicap Biang Keladi )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved