Norwegia-Inggris Bersiap 'Cod War' dengan UE

Rabu, 16 Desember 2020 - 16:38 WIB
loading...
A A A
Norwegia telah bekerja sama dalam bidang perikanan dengan UE selama lebih dari 40 tahun. Kerjasama tersebut antara lain menyiratkan bahwa nelayan Norwegia dapat menangkap ikan di perairan UE, begitu pula sebaliknya. Negosiasi dengan UE dan Inggris tentang perjanjian penangkapan ikan untuk 2021 telah ditunda karena negosiasi Brexit yang terus tertunda.

Perikanan Inggris telah menjadi salah satu poin paling sensitif dalam negosiasi UE-Inggris. Inggris telah menyerukan negosiasi ulang tahunan kuota penangkapan ikan, bersikeras bahwa akses harus ditentukan dengan masing-masing negara secara terpisah. Pada 24 November, Undang-Undang Perikanan baru Inggris disahkan yang membatalkan akses otomatis kepada kapal asing dan menetapkan rezim perizinan baru di industri perikanan Inggris Raya.

UE, sebaliknya, telah menentang niat Inggris untuk mengendalikan perairannya, karena lebih dari 60 persen kapal yang beroperasi di wilayah perairan Inggris adalah kapal asing.( Baca juga: Disebut Lebih Menular, WHO Teliti Strain Baru Covid-19 di Inggris )

Nama "Cod Wars" awalnya mengacu pada serangkaian pertempuran diplomatik antara Inggris dan Islandia atas hak penangkapan ikan di Atlantik utara, dimulai pada tahun 1958 dan berakhir pada tahun 1976. Selama "perang", Islandia secara bertahap memperluas zona pesisirnya hingga 200 mil, membuat marah Inggris.

"Cod War" akhirnya berakhir ketika NATO turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Namun, nota kesepahaman telah dicapai dengan Islandia sejak Brexit.
ReplyForward
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Berita Terkini
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved