Muslim Bosnia dan Pemimpin Kroasia Boikot Pertemuan dengan Menlu Rusia

Selasa, 15 Desember 2020 - 22:32 WIB
loading...
A A A
Komsic mengatakan pertemuan itu ditolak karena Lavrov menunjukkan rasa tidak hormat terhadap negara Bosnia pada konferensi pers pada Senin malam, di mana tidak ada bendera Bosnia. Lavrov juga memuji komentar Dodik bahwa Bosnia akan tetap netral secara militer dan tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

"Lavrov tahu bahwa hanya negara yang bisa membuat keputusan seperti itu," kata Komsic pada konferensi bersama dengan Dzaferovic.(Baca juga: Putin Dituding Sembunyi di Bunker agar Terhindar dari COVID-19 )

“Sehubungan dengan Federasi Rusia sebagai negara yang besar dan kuat, kami tidak akan setuju untuk menjadi pion Rusia di Balkan dalam permainan mereka dan konflik dengan negara-negara Uni Eropa atau negara-negara anggota NATO. Kami berharap mereka memahami dan mendukung ini,” imbuh Komsic seperti dikutip dari Al Jazeera.

Lavrov tidak mengomentari boikot itu pada konferensi persnya pada Selasa malam, dan Kementerian Luar Negeri Rusia memposting foto pertemuan tersebut tanpa menyebutkan bahwa dua dari tiga anggota kepresidenan tidak hadir.

Kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia itu bertepatan dengan peringatan 25 tahun penandatanganan perjanjian perdamaian Dayton yang dimediasi Amerika Serikat (AS) yang mengakhiri perang empat tahun di Bosnia pada 1990-an.(Baca juga: Rusia: Sanksi AS Terhadap Pemimpin Chechnya Terlalu Dibuat-buat )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Balas Gelombang Serangan...
Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania
Gunung Sampah Longsor...
Gunung Sampah Longsor Timpa Puluhan Pekerja TPA, 9 Orang Tewas
Rekomendasi
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
Review iCar V23: SUV Boxy...
Review iCar V23: SUV Boxy Rp500 Juta yang Bikin Semua Orang Menoleh, tapi Tak Semua Jatuh Cinta
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved