Vonis Mati Pembunuh Nurhidayati, Keadilan bagi TKI Teraniaya
Selasa, 15 Desember 2020 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Pada 9 Desember 2018, Nurhidayati kembali mengaku kepada Salim bahwa dia memiliki pacar baru dan meminta Salim pulang ke Bangladesh untuk melanjutkan rencana pernikahannya. Dia berharap Salim bahagia. Beberapa hari kemudian, Nurhidayati memutus hubungan dengan Salim melalui sambungan telepon.
Salim lalu meminta Nurhidayati bertemu dengannya di Golden Dragon Hotel dan berhubungan intim dengannya. Sejauh ini, semua pernyataan Salim tidak dapat diverifikasi secara independen. Menurut Wakil Jaksa Umum Hay Hung Chun, Nurhidayati terus diancam dan kemungkinan dipaksa melakukan apa saja.
“Pelaku mendesak korban untuk meninggalkan kekasih barunya. Ketika korban menolak permintaannya, pelaku membunuhnya secara brutal dengan melilitkan handuk di lehernya,” terang Chun. “Pelaku lalu mendorong korban ke kasur; menginjak ujung handuk dan menarik ujung yang lain hingga korban tidak berdaya.” (Baca juga: 5 Makanan Asam yang Ampuh Menurunkan Berat Badan)
Chun menambahkan, pelaku melilitkan tali di leher korban sebelum mengakhiri hidupnya. Pelaku lalu pulang menuju asramanya di Sungei Tengah Lodge. Saat itu, dia menyerahkan uang SGD1.000 (Rp10 juta) kepada temannya Khalik Abdul untuk ditransfer kepada ibunya setelah mengaku membunuh seseorang.
Jasad Nurhidayati ditemukan sekitar pukul 22.15 waktu lokal oleh petugas hotel. Salim ditangkap polisi keesokan harinya sekitar pukul 10.45. Selama menghadiri serangkaian sidang di pengadilan, Salim selalu menangis saat memberikan keterangan. Dia mengaku emosinya campur aduk, yakni antara marah dan cinta.
“Saya tak terima dan sangat marah karena Nurhidayati selalu selingkuh. Saya mencintainya dan sempat melepaskannya beberapa kali,” kata Salim. Hakim Chionh mengatakan, Salim berencana membunuh Nurhidayati beberapa hari sebelum kejadian. Dia telah mempersiapkan pembunuhan itu dengan matang.
Salim lalu meminta Nurhidayati bertemu dengannya di Golden Dragon Hotel dan berhubungan intim dengannya. Sejauh ini, semua pernyataan Salim tidak dapat diverifikasi secara independen. Menurut Wakil Jaksa Umum Hay Hung Chun, Nurhidayati terus diancam dan kemungkinan dipaksa melakukan apa saja.
“Pelaku mendesak korban untuk meninggalkan kekasih barunya. Ketika korban menolak permintaannya, pelaku membunuhnya secara brutal dengan melilitkan handuk di lehernya,” terang Chun. “Pelaku lalu mendorong korban ke kasur; menginjak ujung handuk dan menarik ujung yang lain hingga korban tidak berdaya.” (Baca juga: 5 Makanan Asam yang Ampuh Menurunkan Berat Badan)
Chun menambahkan, pelaku melilitkan tali di leher korban sebelum mengakhiri hidupnya. Pelaku lalu pulang menuju asramanya di Sungei Tengah Lodge. Saat itu, dia menyerahkan uang SGD1.000 (Rp10 juta) kepada temannya Khalik Abdul untuk ditransfer kepada ibunya setelah mengaku membunuh seseorang.
Jasad Nurhidayati ditemukan sekitar pukul 22.15 waktu lokal oleh petugas hotel. Salim ditangkap polisi keesokan harinya sekitar pukul 10.45. Selama menghadiri serangkaian sidang di pengadilan, Salim selalu menangis saat memberikan keterangan. Dia mengaku emosinya campur aduk, yakni antara marah dan cinta.
“Saya tak terima dan sangat marah karena Nurhidayati selalu selingkuh. Saya mencintainya dan sempat melepaskannya beberapa kali,” kata Salim. Hakim Chionh mengatakan, Salim berencana membunuh Nurhidayati beberapa hari sebelum kejadian. Dia telah mempersiapkan pembunuhan itu dengan matang.
Lihat Juga :