Ketika 'Yesus Kulit Hitam' Lahir di Hutan Amazon yang Terbakar Parah

Senin, 14 Desember 2020 - 09:02 WIB
loading...
Ketika Yesus Kulit Hitam...
Kebakaran hutan Amazon di wilayah Brazil. Foto/REUTERS
A A A
BRASILIA - Yesus diyakini umat Kristen lahir di sebuah palungan di Betlehem. Namun, gereja di Brazil akan membuat kelahiran bayi Yesus berkulit hitam secara simbolis di hutan hujan Amazon yang terbakar parah pada Natal tahun ini.

Acara Natal yang sarat kritik atas kondisi hutan Amazon dan rasisme ini akan memperagakan "bayi Yesus" dilahirkan oleh seorang perawan berkulit hitam dengan orang-orang pribumi melihatnya. (Baca: Penembakan Hebohkan Pertunjukan Kidung Natal di Gereja AS )

Kegiatan untuk kelahiran Yesus secara simbolis tersebut sudah menarik perhatian di alun-alun Gloria Rio de Janeiro, di mana Church of the Sacred Heart (Gereja Hati Kudus) di dekatnya memiliki sejarah dalam menggunakan pajangan Natal tahunannya untuk mengatasi masalah-masalah kontemporer.

Ada banyak pilihan pada tahun 2020, tetapi gereja memilih dua topik yang menjadi sangat relevan di Brazil sejak Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro menjabat tahun lalu; rasisme dan penggundulan hutan yang merajalela di Amazon.

“Adegan Natal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa orang yang membakar alam, orang yang menyerang saudara laki-laki dan perempuan mereka karena warna kulit mereka berbeda, tidak memiliki Tuhan di dalam hati mereka,” kata juru bicara gereja Mauricio Rodrigues dos Santos, 63, seperti dikutip AFP, Senin (14/12/2020).

Gereja telah membuat pesan-pesan kritis selama satu dekade terakhir dengan memanfaatkan lokasi utama di dekat alun-alun Gloria, perhentian metro yang sibuk di depan markas besar Keuskupan Agung Rio. (Baca juga: Pria Ini Naik ke Sayap Pesawat saat Penerbangan Siap Lepas Landas )

Dua tahun lalu, gereja menggambarkan Perawan Suci Maria yang telanjang dada menyusui bayinya, setelah serangkaian insiden di mana pihak berwenang menghentikan Ibu menyusui di depan umum.

Tahun sebelumnya, para pengacau menghancurkan tempat kelahiran Yesus di gereja, yang menggambarkan perjuangan melawan korupsi.

Tahun lalu, pendeta Wanderson Guedes, yang juga seniman di balik instalasi tersebut, memutuskan untuk tidak melakukan adegan kelahiran Yesus di hutan Amazon setelah menerima ancaman.

Namun, gereja—yang membangun adegan itu sendiri menggunakan tenaga sukarela dan sumbangan anggota—memutuskan untuk terus maju tahun ini, dan menambahkan pesan anti-rasisme, juga.

Mereka adalah subjek yang menonjol di masa kepresidenan Bolsonaro.

Presiden sayap kanan itu telah memimpin gelombang kehancuran dan kebakaran di hutan hujan terbesar di dunia.

Dia juga didakwa dengan ujaran kebencian karena membuat komentar yang menghina tentang orang kulit hitam Brazil.

Terlepas dari iklim politik yang tegang, Dos Santos mengatakan komunitas gereja tidak takut dengan adegan Natal tahun ini.

“Jika (pengacau) merusak sesuatu, biarlah. Kami punya waktu satu tahun penuh untuk membangun kembali," katanya kepada AFP.

“Mereka tidak bisa melanggar idenya. Mereka tidak bisa mematahkan semangat. Itu akan tetap ada."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Nasire Best? Tersangka...
Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
Tersangka Penembakan...
Tersangka Penembakan Dekat Gedung Putih Ditembak Mati, Meyakini Dirinya Yesus
Netanyahu Terkejut Tentara...
Netanyahu Terkejut Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dengan Palu Godam
Viral Foto Tentara Israel...
Viral Foto Tentara Israel Hantam Patung Yesus dengan Palu Godam, Ini Respons IDF
Trump Hapus Unggahan...
Trump Hapus Unggahan Gambar Dirinya sebagai Yesus setelah Tuai Kecaman
Billboard Yesus Adalah...
Billboard 'Yesus Adalah Orang Palestina' Hebohkan Times Square AS
PDIP Gelar Natal Nasional...
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana di Tapteng
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved