Pengemudi Remaja Ini Mati Membeku Gara-gara Ikuti Google Maps
Jum'at, 11 Desember 2020 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Polisi mulai mencari dengan dua penduduk setempat, dan pada malam hari mereka menemukan mobil itu.
“Orang-orang itu mencoba untuk tetap hangat, dan membakar ban. Namun ternyata, mereka tidak bisa membuat api besar," katanya.
Mereka juga tidak bisa melepas sisa ban pada mobil tersebut.
Para remaja itu sebelumnya telah berkendara dari Magadan ke Yakutsk, dan sedang dalam perjalanan pulang.
Penduduk setempat terkejut karena mereka tidak memiliki pakaian hangat selama musim dingin di Siberia.
“Mereka orang kota,” kata seorang penduduk setempat. "Itu sebabnya mereka memakai sepatu kets."
“Sekarang di sini sangat dingin, belum minus 60 derajat Celsius tapi di malam dan pagi hari suhunya minus 57 derajat Celsius, dan siang hari suhunya minus 51 derajat Celsius," imbuh penduduk tersebut yang tidak disebutkan namanya.
Biasanya mobil dengan hanya satu orang tidak pernah keluar di musim dingin Rusia. Mobil yang keluar biasanya ditumpangi dua orang untuk mengantisipasi jika ada yang rusak.
“Orang-orang itu mencoba untuk tetap hangat, dan membakar ban. Namun ternyata, mereka tidak bisa membuat api besar," katanya.
Mereka juga tidak bisa melepas sisa ban pada mobil tersebut.
Para remaja itu sebelumnya telah berkendara dari Magadan ke Yakutsk, dan sedang dalam perjalanan pulang.
Penduduk setempat terkejut karena mereka tidak memiliki pakaian hangat selama musim dingin di Siberia.
“Mereka orang kota,” kata seorang penduduk setempat. "Itu sebabnya mereka memakai sepatu kets."
“Sekarang di sini sangat dingin, belum minus 60 derajat Celsius tapi di malam dan pagi hari suhunya minus 57 derajat Celsius, dan siang hari suhunya minus 51 derajat Celsius," imbuh penduduk tersebut yang tidak disebutkan namanya.
Biasanya mobil dengan hanya satu orang tidak pernah keluar di musim dingin Rusia. Mobil yang keluar biasanya ditumpangi dua orang untuk mengantisipasi jika ada yang rusak.
(min)
Lihat Juga :