Inggris Minta Warganya yang Miliki Alergi Akut Tak Lakukan Vaksinasi Covid-19

Rabu, 09 Desember 2020 - 21:32 WIB
loading...
Inggris Minta Warganya...
Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan (MHRA) Inggris telah menyarankan agar orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan tidak melakukan vaksinasi Covid-19 Pfizer-BioNTech. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan (MHRA) Inggris telah menyarankan agar orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan tidak melakukan vaksinasi Covid-19 Pfizer-BioNTech. Pernyataan ini datang setelah dua orang melaporkan efek samping pada hari pertama vaksinasi.

Inggris mulai melakukan vaksinasi massal kemarin dalam upaya global, yang menimbulkan salah satu tantangan logistik terbesar dalam sejarah masa damai, yang diawali dengan para lansia dan pekerja garis depan.

Direktur medis Layanan Kesehatan Nasional (NHS), Stephen Powis mengatakan saran tersebut dibuat setelah dua pekerja NHS melaporkan reaksi anafilaktoid yang terkait dengan suntikan vaksin tersebut. ( Baca juga: Menlu Inggris: Dimulainya Vaksinasi Adalah Secercah Cahaya di Kegelapan )

"Seperti umumnya dengan vaksin baru, MHRA (regulator) telah menyarankan dengan dasar pencegahan bahwa orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan tidak menerima vaksinasi ini, setelah dua orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan merespons secara negatif kemarin," kata Powis.

"Keduanya saat ini sudah pulih," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (9/12/2020). ( Baca juga: Agung Laksono Minta Pemerintah Segera Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19 )

Sementara itu, Kepala Eksekutif MHRA, Juni Raine mengatakan bahwa reaksi alergi tersebut bukanlah efek samping yang diamati dalam uji coba.

"Tadi malam, kami melihat dua laporan kasus reaksi alergi. Kami tahu dari uji klinis yang sangat ekstensif bahwa ini bukanlah efek samping," ungkapnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Pandemi Covid-19 Usai,...
Pandemi Covid-19 Usai, Kini Muncul Virus Nipah yang Mematikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved