Menlu Inggris: Dimulainya Vaksinasi Adalah Secercah Cahaya di Kegelapan
Rabu, 09 Desember 2020 - 16:54 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menuturkan dimulainya vaksinasi di Inggris adalah secercah cahaya dalam kegelapan. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris , Dominic Raab menuturkan dimulainya vaksinasi di Inggris adalah secercah cahaya dalam kegelapan. Inggris telah memulai vaksinasi, dengan vaksin Covid-19 buatan Pfizer, kemarin.
"Kami mencatat berita tentang vaksin pertama yang didistribusikan di Inggris, ini adalah secercah cahaya di dalam suatu kegelapan Covid-19 yang cukup panjang," ucap Raab, dalam siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Rabu (9/12/2020).
Meski demikian, Raab menuturkan bahwa semua orang harus berpikir realistis. "Kita masih harus terus menunggu sedikit lama dalam mengambil tindakan pencegahan demi kesehatan, membatasi sosialisasi dan bersabar," ungkapnya. ( Baca juga: Nenek 90 Tahun di Inggris, Orang Pertama di Dunia Disuntik Vaksin Pfizer )
"Hari ini adalah langkah maju yang besar dalam perjuangan kita melawan virus corona. Memiliki vaksin yang efektif adalah cara terbaik untuk melindungi mereka yang paling rentan, menyelamatkan puluhan ribu nyawa," sambunnya.
Dia menyebut, regulator obat independen Inggris, tim ilmuwan dan dokter terkenal MHRA menginformasikan bahwa vaksin Pfizer/BioNTech telah lulus uji kualitas, keamanan, dan efektivitas yang ketat dan dapat diberikan kepada orang-orang di Inggris.
Raab mengatakan, ada pemeriksaan dan keseimbangan ekstensif yang diperlukan pada setiap tahap pengembangan vaksin dan ini tidak berbeda untuk vaksin Covid-19. ( Baca juga: Tahap Pertama, Vaksin Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan di 7 Provinsi )
Tidak ada tahapan dalam proses pengembangan vaksin yang tidak dilewati dan CEO MHRA, jelasnya, telah menjelaskan bahwa sama sekali tidak ada jalur alternatif yang diambil dalam menyetujui vaksin Pfizer / BioNTech, semua harus melewati proses yang sudah ditetapkan.
"Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi Inggris (JCVI) telah menyarankan agar vaksin pertama-tama diberikan kepada mereka yang tinggal di panti jompo berikut stafnya, diikuti oleh orang-orang yang berusia di atas 80 tahun dan pekerja kesehatan dan sosial, kemudian kepada penduduk lainnya dalam urutan usia dan risiko," tukasnya.
"Kami mencatat berita tentang vaksin pertama yang didistribusikan di Inggris, ini adalah secercah cahaya di dalam suatu kegelapan Covid-19 yang cukup panjang," ucap Raab, dalam siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Rabu (9/12/2020).
Meski demikian, Raab menuturkan bahwa semua orang harus berpikir realistis. "Kita masih harus terus menunggu sedikit lama dalam mengambil tindakan pencegahan demi kesehatan, membatasi sosialisasi dan bersabar," ungkapnya. ( Baca juga: Nenek 90 Tahun di Inggris, Orang Pertama di Dunia Disuntik Vaksin Pfizer )
"Hari ini adalah langkah maju yang besar dalam perjuangan kita melawan virus corona. Memiliki vaksin yang efektif adalah cara terbaik untuk melindungi mereka yang paling rentan, menyelamatkan puluhan ribu nyawa," sambunnya.
Dia menyebut, regulator obat independen Inggris, tim ilmuwan dan dokter terkenal MHRA menginformasikan bahwa vaksin Pfizer/BioNTech telah lulus uji kualitas, keamanan, dan efektivitas yang ketat dan dapat diberikan kepada orang-orang di Inggris.
Raab mengatakan, ada pemeriksaan dan keseimbangan ekstensif yang diperlukan pada setiap tahap pengembangan vaksin dan ini tidak berbeda untuk vaksin Covid-19. ( Baca juga: Tahap Pertama, Vaksin Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan di 7 Provinsi )
Tidak ada tahapan dalam proses pengembangan vaksin yang tidak dilewati dan CEO MHRA, jelasnya, telah menjelaskan bahwa sama sekali tidak ada jalur alternatif yang diambil dalam menyetujui vaksin Pfizer / BioNTech, semua harus melewati proses yang sudah ditetapkan.
"Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi Inggris (JCVI) telah menyarankan agar vaksin pertama-tama diberikan kepada mereka yang tinggal di panti jompo berikut stafnya, diikuti oleh orang-orang yang berusia di atas 80 tahun dan pekerja kesehatan dan sosial, kemudian kepada penduduk lainnya dalam urutan usia dan risiko," tukasnya.
| ReplyForward |
(esn)
Lihat Juga :