China Terbuka Perbaiki Hubungan dengan AS

Selasa, 08 Desember 2020 - 16:28 WIB
loading...
A A A
"Kuncinya adalah menghormati satu sama lain. Hormati warisan sejarah dan budaya satu sama lain, saling menghormati kepentingan inti dan perhatian utama satu sama lain, dan menghormati pilihan satu sama lain," ujar Wang.(Baca juga: Soal Perbaikan Hubungan, China: Semua Terserah kepada AS )

China dan AS terjebak dalam ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS melancarkan perang dagang dengan Beijing, telah menantang ambisi teritorial Beijing di perairan Asia yang disengketakan, mengkritik tindakan kerasnya terhadap kebebasan di Hong Kong dan menyalahkan penanganan China atas wabah pandemi Covid-19.

Pernyataan Wang Yi ini bahkan terlontar ketika pemerintahan Trump terus mendorong serangkaian tindakan hukuman terhadap pemerintah China. Dalam langkah terbarunya pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan sanksi baru terhadap 14 pejabat di badan legislatif tertinggi China, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPCSC), atas undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan di pusat keuangan Hong Kong.

Sejak undang-undang - yang melarang pemisahan diri, subversi, kegiatan teroris dan kolusi dengan kekuatan asing - mulai berlaku pada bulan Juni, kota itu telah menyaksikan penangkapan massal dan pembatasan kebebasan berbicara, sementara beberapa aktivis telah melarikan diri.

Departemen Luar Negeri mengatakan akan memberikan sanksi kepada 14 pejabat China atas keterlibatan mereka dalam "mengembangkan, mengadopsi, dan menerapkan" hukum keamanan nasional. Semuanya akan dilarang bepergian ke AS, bersama dengan keluarga mereka, sementara aset apa pun yang dimiliki di AS atau dalam kendali orang AS akan diblokir.(Baca juga: Gertak China, AS-Jepang-Prancis Bersiap Manuver Militer Gabungan )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved