Dituduh Coba Kudeta Erdogan, Pilot F-16 Turki Dihukum Penjara 648 Tahun

Senin, 07 Desember 2020 - 07:21 WIB
loading...
Dituduh Coba Kudeta...
Mustafa Ozkan, pilot jet tempur F-16 Turki yang dihukum 648 tahun penjara atas tuduhan terlibat upaya kudeta yang gagal terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli 2016. Foto/Anadolu
A A A
ANKARA - Tiga pilot pesawat jet tempur F-16 Turki dijatuhi hukuman penjara antara 648 tahun hingga seumur hidup. Mereka dituduh terlibat dalam kudeta yang gagal terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli 2016.

Pemerintah Erdogan mengklaim upaya kudeta itu didalangi oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO) pimpinan ulama Fethullah Gulen yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat (AS).

Dalam persidangan baru-baru ini terhadap para perwira di Pangkalan Udara Akinci—yang berfungsi sebagai markas untuk upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu—pengadilan memutuskan mendukung hukuman seumur hidup yang diperburuk untuk beberapa perwira militer, termasuk pilot letnan Mustafa Ozkan, yang membantu merencanakan dan melaksanakan skema.

Mengutip laporan kantor berita Anadolu, Minggu (6/12/2020), Ozkan dijatuhi hukuman 648 tahun karena berusaha menggulingkan tatanan konstitusional Turki dan mencoba melakukan pembunuhan terencana.

Selama upaya kudeta, Ozkan, menerbangkan jet tempur F-16 dengan kecepatan yang memecahkan penghalang suara di atas Ibu Kota Turki; Ankara, di mana dia mengebom markas polisi, membunuh dua orang dan melukai 39 orang lainnya. (Baca: IRGC: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Senjata Canggih yang Dikontrol Satelit )

Awalnya, Ozkan membantah perannya dalam kudeta tersebut, dengan mengatakan dia tidak terbang malam itu dan tidak tahu apa-apa tentang upaya tersebut. Namun, jaksa membantah klaim Ozkan.

Secara terpisah, 1.511 terdakwa dijatuhi hukuman penjara mulai dari 14 bulan hingga 20 tahun penjara, sementara beberapa terdakwa dibebaskan dalam kasus-kasus nasional.

Persidangan yang tersisa berlanjut di Ankara, Istanbul, dan tujuh provinsi lainnya.

Pemerintah Erdogan menuduh FETO dan Fetullah Gulen mengatur kudeta yang digagalkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan sekitar 2.200 orang lainnya terluka. Gulen telah membantah tuduhan itu dan menduga upaya kudeta itu rekayasa Erdogan sendiri. (Baca juga: Pengacara Presiden Trump Rudy Giuliani Positif Covid-19 )

Turki selama ini juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintah melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, terutama militer, polisi, dan pengadilan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Pelatihan Jet Tempur...
Pelatihan Jet Tempur F-16 untuk Pilot Ukraina Diblokir AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved