AS Cabut Visa Agen 'Senjata Ajaib' Partai Komunis China

Sabtu, 05 Desember 2020 - 14:29 WIB
loading...
A A A
Sekretaris Jenderal China Xi Jinping menyebut Front Bersatu sebagai "senjata ajaib" yang berkontribusi pada kekuatan Beijing yang terus tumbuh, tetapi kontroversi yang berasal dari upaya semacam itu telah memperdalam ketidaknyamanan Barat tentang ambisi China.

"Taktik koersifnya menargetkan individu yang dipandang bekerja melawan kepentingan PKC," ucap Pompeo. (Baca juga: Bos Mata-mata Trump: China Ancaman Terbesar bagi Kebebasan Dunia sejak PD II )

"Kegiatan jahat ini dimaksudkan untuk mengkooptasi dan memaksa para pemimpin sub-nasional, komunitas China perantauan, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil lainnya baik di Amerika Serikat dan negara lain sebagai kelanjutan dari narasi otoriter PKC dan preferensi kebijakan," jelasnya.

Luasnya operasi tersebut menjadi lebih jelas bagi sekutu Barat pada tahun 2017, ketika seorang senator Australia menerima subsidi perjalanan yang terkait dengan China meningkat menjadi skandal atas dugaan keputusannya untuk memperingatkan seorang pengusaha China Australia bahwa ia sedang diselidiki oleh dinas intelijen Australia.

Loyalis pemerintah China telah menumbuhkan pengaruh di AS juga. Pada sebuah acara tahun lalu di Hong Kong yang diselenggarakan oleh wakil ketua sebuah "organisasi front persatuan patriotik", Neil Bush, putra mantan Presiden George H.W. Bush, menegaskan bahwa demokrasi tidak akan berhasil untuk China, seperti sistem China tidak akan berhasil untuk AS. Dan Pompeo pergi ke Wisconsin baru-baru ini untuk memperingatkan bahwa agen China menargetkan pejabat negara dan bahkan organisasi sipil setempat.(Baca juga: Berbalas Pantun, China Sebut Tudingan AS 'Ramuan Kebohongan' )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Tragedi Maut! 8 Biksu...
Tragedi Maut! 8 Biksu Tewas Ditabrak Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun
Rekomendasi
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Mac and Cheese Kian...
Mac and Cheese Kian Digemari Anak Muda, Macaroni Holic Hadirkan Rasa Creamy ala Kafe
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved