Bos Mata-mata Trump: China Ancaman Terbesar bagi Kebebasan Dunia sejak PD II
Jum'at, 04 Desember 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Beijing sering meminta para pemimpin AS untuk memutar kembali retorika mereka tentang China, yang disalahkan karena ketakutan akan peran China yang semakin meningkat di dunia.
Tulisan opini Ratcliffe di Wall Street Journal adalah laporan terbaru melawan China dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang berusaha memberikan warisan keras anti-China menjelang lengser.
Ini adalah pendekatan yang telah membawa hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia ke titik terendah dalam beberapa dekade dan analis mengatakan itu dapat membatasi ruang manuver pemerintahan Joe Biden yang akan datang untuk berurusan dengan Beijing. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )
Ratcliffe menyinggung laporan yang dikumpulkan oleh badan intelijen AS bahwa perwakilan China berusaha mencampuri politik dalam negeri AS.
Dia juga menuduh China telah mencuri teknologi pertahanan AS untuk memicu rencana modernisasi militer agresif yang diluncurkan oleh Presiden Xi Jinping.
“Pemilu sudah selesai. Sekarang mari kita semua jujur tentang China," katanya kepada Reuters setelah tulisan opini itu diterbitkan.
Di antara masalah lain, Washington dan Beijing telah bentrok mengenai penanganan wabah virus corona oleh China, cengkeramannya yang semakin ketat di Hong Kong, klaim yang disengketakan di Laut China Selatan, perang dagang dan tuduhan kejahatan hak asasi manusia di Xinjiang.
China kemarin mengatakan bahwa politisi di Amerika Serikat mengarang berita tentang Muslim Uighur yang ditahan dipaksa bekerja di wilayah Xinjiang.
Tulisan opini Ratcliffe di Wall Street Journal adalah laporan terbaru melawan China dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang berusaha memberikan warisan keras anti-China menjelang lengser.
Ini adalah pendekatan yang telah membawa hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia ke titik terendah dalam beberapa dekade dan analis mengatakan itu dapat membatasi ruang manuver pemerintahan Joe Biden yang akan datang untuk berurusan dengan Beijing. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )
Ratcliffe menyinggung laporan yang dikumpulkan oleh badan intelijen AS bahwa perwakilan China berusaha mencampuri politik dalam negeri AS.
Dia juga menuduh China telah mencuri teknologi pertahanan AS untuk memicu rencana modernisasi militer agresif yang diluncurkan oleh Presiden Xi Jinping.
“Pemilu sudah selesai. Sekarang mari kita semua jujur tentang China," katanya kepada Reuters setelah tulisan opini itu diterbitkan.
Di antara masalah lain, Washington dan Beijing telah bentrok mengenai penanganan wabah virus corona oleh China, cengkeramannya yang semakin ketat di Hong Kong, klaim yang disengketakan di Laut China Selatan, perang dagang dan tuduhan kejahatan hak asasi manusia di Xinjiang.
China kemarin mengatakan bahwa politisi di Amerika Serikat mengarang berita tentang Muslim Uighur yang ditahan dipaksa bekerja di wilayah Xinjiang.
Lihat Juga :