Bos Mata-mata Trump: China Ancaman Terbesar bagi Kebebasan Dunia sejak PD II

Jum'at, 04 Desember 2020 - 08:59 WIB
loading...
A A A
Ratcliffe, yang hanya bertugas sebentar di Komite Intelijen Parlemen sebelum Trump menunjuknya untuk peran barunya, telah dituduh oleh kubu Partai Demokrat dan pejabat intelijen saat ini dan sebelumnya telah mempolitisasi intelijen.

Dalam tulisan opininya, Ratcliffe mengatakan pihak berwenang China telah "melakukan pengujian manusia" pada anggota tentara China dengan harapan mengembangkan tentara dengan kemampuan yang ditingkatkan secara biologis. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang tuduhan tersebut.

Lembaga think tank yang berbasis di AS telah melaporkan bahwa China semakin mementingkan bioteknologi dalam strategi militernya, tetapi mereka belum merilis laporan terperinci tentang jenis pengujian yang dituduhkan oleh Ratcliffe.

Kemarin, pemerintahan Trump membatasi perjalanan anggota Partai Komunis China untuk melakukan perjalanan ke AS. Pembatasan itu juga berlaku bagi keluarga anggota partai berkuasa di China tersebut.

Pada hari Rabu, Parlemen AS mengeluarkan undang-undang untuk mengeluarkan perusahaan China dari bursa saham AS jika mereka tidak sepenuhnya mematuhi aturan audit negara itu.

Bonnie Glaser, seorang pakar Asia di lembaga think tank Centre for Strategic and International Studies (CSIS), mengatakan komentar Ratcliffe adalah bagian dari kampanye yang dia lakukan terhadap Beijing dan tampaknya ditujukan untuk mengunci pendekatan yang sulit sebelum Presiden terpilih Joe Biden menjabat pada 20 Januari.

"Tampaknya itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengikat tangan Biden dan membatasi ruangannya untuk bermanuver pada kebijakan China," katanya.

"Dalam pemerintahan sebelumnya, normanya adalah menghindari mengambil tindakan seperti itu selama transisi kepresidenan, tetapi pemerintahan Trump telah lama menetapkan pola yang melanggar norma."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved