Palestina Desak Tindakan Serius Boikot Permukiman Israel

Kamis, 03 Desember 2020 - 19:45 WIB
loading...
Palestina Desak Tindakan...
Perdana Menteri Palestina, Mohammed Ishtaye meminta negara-negara donor untuk mengambil tindakan yang lebih serius untuk memboikot permukiman Israel. Foto/Ist
A A A
RAMALLAH - Perdana Menteri Palestina , Mohammed Ishtaye meminta negara-negara donor untuk mengambil tindakan yang lebih serius untuk memboikot permukiman Israel. Dia menyebut, permukiman Israel di tanah Palestina membuat situasi di lapangan semakin buruk.

"Situasi sebenarnya memburuk karena kebijakan Israel memperluas pemukiman di wilayah Palestina," kata Ishtaye dalam pertemuan online untuk para donor internasional, seperti dilansir Xinhua pada Kamis (3/12/2020).

Ishtaye dalam pertemuan itu mengatakan bahwa karena kebijakan Israel tersebut, tanah Palestina menyusut, kekerasan pemukim meningkat dan akses ke sumber daya terus berkurang setiap harinya. ( Baca juga: Hidupkan Perundingan Perdamaian Palestina )

Dia kemudian menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi di Palestina tidak lepas dari tujuan politik dan nasional. "Perkembangan ekonomi bersama dengan pencapaian tujuan nasional dan politik untuk Palestina akan mengarah pada penghentian pendudukan dan mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," ujarnya.

Sementara itu, menurut kantor Ishtaye, pertemuan tersebut dipimpin oleh Norwegia dan dihadiri oleh sekitar 40 negara donor, dan lembaga internasional, termasuk PBB dan Bank Dunia. ( Baca juga: Minta Sumbangan untuk Anak Yatim di Palestina, Dua WNA Diamankan )

"Pertemuan itu membahas perkembangan politik dan keuangan di wilayah Palestina dan persiapan konferensi donor, yang dijadwalkan diadakan di Oslo pada Februari tahun depan," kata pernyataan kantor Ishtaye.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved