Diminta AS Ikuti Langkah Australia, Ini Respon China

Kamis, 03 Desember 2020 - 19:13 WIB
loading...
Diminta AS Ikuti Langkah...
China angkat bicara mengenai pernyataan Duta Besar AS untuk Australia. Arthur Culvahouse yang mengatakan kepada Beijing bahwa mereka dapat belajar banyak dari transparansi Australia. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China angkat bicara mengenai pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Australia. Arthur Culvahouse yang mengatakan kepada Beijing bahwa mereka dapat belajar banyak dari transparansi Australia. AS, seperti diketahui menuding China telah melakukan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur di Xinjiang dan Beijing terus menerus menutupi hal itu.

Culvahouse mengatakan, Australia telah bertanggung jawab dan terbuka tentang dugaan kejahatan yang dilakukan oleh tentaranya di Afghanistan. Dia lantas menuduh China menutupi pelanggaran hak asasi manusia dan asal-usul pandemi COVID-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan apa yang disebut pelanggaran HAM di Xinjiang atau penganiayaan terhadap etnis minoritas adalah kebohongan 100 tahun yang dibuat oleh pasukan ekstremis anti-China dan Australia, serta AS memainkan peran dalam hal ini. ( Baca juga: Diancam China dengan 'Hukuman Abadi', Australia Dibela AS )

"Kami berharap semua pihak dapat terus meningkatkan saling pengertian satu sama lain, memandang satu sama lain dengan benar, dan mencoba yang terbaik untuk memandang orang lain sebagai mitra kerja sama daripada saingan. Tapi intinya adalah: tidak ada rumor dan fitnah," kata Hua, seperti dilansir Xinhua.

Terkait dengan foto tentara Australia memegang pisau di leher anak Afghanistan, yang dibuat oleh seorang seniman digital China, Hua mengatakan foto itu tidak semengerikan dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pasukan Australia di Afghanistan.

"Jika beberapa orang di Australia tidak tahan dengan grafik ini, maka kebenaran yang digambarkan dalam foto dan video online hanya dapat digambarkan sebagai lebih mengerikan," ujarnya. ( Baca juga: China Kenakan Bea Masuk Anti-dumping untuk Anggur Australia hingga 4 Bulan )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved