Diancam China dengan 'Hukuman Abadi', Australia Dibela AS

Kamis, 03 Desember 2020 - 12:24 WIB
loading...
Diancam China dengan...
Bendera Australia berkibar di depan Aula Besar Rakyat di Beijing saat upacara penyambutan pemimpin Australia pada April 2016 silam. Foto/REUTERS/Jason Lee
A A A
SYDNEY - Pemerintah China , melalui medianya, mengancam akan memberikan "hukuman abadi" terhadap Australia setelah seorang Senator Canberra menyerukan publik untuk memboikot produk-produk Beijing. Amerika Serikat (AS) menyatakan berdiri di belakang Canberra dan siap melobi komunitas internasional untuk turut serta membela sekutunya tersebut.

Perseteruan terbaru antara Beijing dan Canberra ini dimulai ketika seorang diplomat senior China mem-posting foto rekayasa di Twitter yang menggambarkan seorang tentara Australia dengan tersenyum memenang pisau di tenggorokan anak Afghanistan. (Baca: China Ancam Australia dengan 'Hukuman Abadi', Seteru Kian Memanas )

Posting itu sebagai respons atas laporan investigasi militer Australia yang menyatakan para tentara elite-nya di Afghanistan telah membunuh 39 warga, termasuk tahanan, secara brutal.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mendesak Beijing meminta maaf atas posting foto rekayasa itu. Namun, China menolak minta maaf dan menolak pula untuk menghapus tweet tersebut.

Tweet foto rekayasa tersebut telah memicu kontroversi internasional, di mana Departemen Luar Negeri AS mengecam kemunafikan Beijing atas pelanggaran kemanusiaan terhadap populasi Muslim Uighur. Menurut departemen tersebut, posting itu menggambarkan "titik terendah baru, bahkan untuk Partai Komunis China".(Baca: China Posting Foto Tentara Australia Pegang Pisau di Tenggorokan Anak Afghanistan )

Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional untuk Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan AS akan melobi komunitas internasional untuk mendukung Australia setelah "serangan" berkelanjutan dari Beijing.

“Rakyat Australia telah berkorban besar untuk melindungi kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia,” katanya di Twitter, yang dikutip news.com.au, Kamis (3/12/2020).

“Seperti yang kita miliki selama satu abad, Amerika akan berdiri bahu membahu dengan sekutu kita Australia dan menggalang negara demokrasi untuk memajukan keamanan, kemakmuran, dan nilai-nilai kita bersama," lanjut dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Penumpang Ngamuk Berusaha...
Penumpang Ngamuk Berusaha Serang Pilot, Pesawat Mendarat Darurat
Rekomendasi
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved