Eks Presiden Prancis d'Estaing Meninggal di Usia 94 Tahun karena Covid-19
Kamis, 03 Desember 2020 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Di Prancis, dia dikenang karena dorongan reformasinya yang radikal yang mencakup legalisasi aborsi, liberalisasi perceraian dan penurunan usia pemilih menjadi 18 tahun. (Baca juga: Israel Terima Kapal Perang Tercanggih saat Seteru dengan Iran Memanas )
Di Eropa, ia membantu mendorong gerakan menuju persatuan moneter, bekerja sama erat dengan kanselir Jerman Helmut Schmidt yang dengannya ia menjadi teman.
"Bagi Valery Giscard d'Estaing, Eropa akan menjadi ambisi Prancis dan Prancis sebagai negara modern. Hormat," kata Michel Barnier, kepala negosiator Brexit Uni Eropa.
"Dia berhasil memodernisasi kehidupan politik di Prancis," imbuh mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy.
Seperti Schmidt, dia juga sangat percaya pada hubungan yang kuat dengan Amerika Serikat (AS).
Atas inisiatifnya, para pemimpin negara terkaya di dunia pertama kali bertemu pada tahun 1975, sebuah acara yang berkembang menjadi pertemuan puncak tahunan klub Kelompok Tujuh (G-7).
Di Eropa, ia membantu mendorong gerakan menuju persatuan moneter, bekerja sama erat dengan kanselir Jerman Helmut Schmidt yang dengannya ia menjadi teman.
"Bagi Valery Giscard d'Estaing, Eropa akan menjadi ambisi Prancis dan Prancis sebagai negara modern. Hormat," kata Michel Barnier, kepala negosiator Brexit Uni Eropa.
"Dia berhasil memodernisasi kehidupan politik di Prancis," imbuh mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy.
Seperti Schmidt, dia juga sangat percaya pada hubungan yang kuat dengan Amerika Serikat (AS).
Atas inisiatifnya, para pemimpin negara terkaya di dunia pertama kali bertemu pada tahun 1975, sebuah acara yang berkembang menjadi pertemuan puncak tahunan klub Kelompok Tujuh (G-7).
Lihat Juga :