Israel Terima Kapal Perang Tercanggih saat Seteru dengan Iran Memanas

Kamis, 03 Desember 2020 - 06:07 WIB
loading...
Israel Terima Kapal...
Para pelaut Israel berdiri dalam formasi selama upacara menandai kedatangan korvet Saar-6, di pangkalan Angkatan Laut di Haifa, Israel utara, 2 Desember 2020. Foto/REUTERS/Heidi Levine
A A A
TEL AVIV - Israel menerima kapal perang tercanggihnya pada Rabu ketika perseteruan dengan Iran memanas terkait pembunuhan ilmuwan nuklir top Teheran; Mohsen Fakhrizadeh .

Kapal buatan Jerman yang dijuluki "Shield (Perisai)" itu digambarkan sebagai benteng untuk rig gas Mediterania yang rentan konflik.

Korvet Saar-6 yang berlabuh di pelabuhan Haifa, dan tiga dari model yang sama menyusul tahun depan, akan menambah jumlah kapal rudal menjadi 15 unit yang dikerahkan oleh Angkatan Laut Israel yang, meski kecil, melakukan misi sejauh Laut Merah dan Teluk. (Baca: Ini Alasan Mengapa Iran Selalu Ancam Serang Haifa Israel )

Israel juga ingin melindungi ladang gas alam lepas pantai yang dekat dengan Lebanon, musuh lama yang sejauh ini telah mengadakan pembicaraan perbatasan maritim yang dimediasi Amerika Serikat (AS) tanpa hasil.

“Penemuan ladang gas di lepas pantai Israel yang disambut baik membuat perlu untuk membuat rencana yang akan memberikan amplop pelindung,” kata Presiden Israel Reuven Rivlin pada upacara penerimaan kapal di sebuah pelabuhan di Haifa.

Angkatan Laut Israel melihat ancaman terhadap rig gas dari gerilyawan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, terutama setelah Teheran bersumpah untuk membalas dendam terhadap pembunuhan arsitek nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada hari Jumat, yang dituduhkannya pada Israel.

"Iran sedang mencari target 'prestise' seperti ini, yang dapat dihantam dengan sedikit korban, yang berarti—mereka mungkin berharap—lebih sedikit kemungkinan eskalasi," kata seorang pejabat keamanan Israel kepada Reuters, yang dilansir Kamis (3/12/2020). Pertanyaannya adalah apakah Hizbullah akan menyerang sekarang.

Meskipun Hizbullah sebelumnya telah mengancam pabrik gas, namun menyatakan bahwa menanggapi kematian Fakhrizadeh ada di tangan Iran. Beirut telah mendesak semua pihak untuk menahan diri. (Baca juga: Setelah Ilmuwan Nuklir, Kini Komandan IRGC Iran Tewas Diserang Drone )

Israel tidak mengonfirmasi atau menyangkal bertanggung jawab atas pembunuhan ilmuwan nuklir Iran tersebut, yang terjadi ketika kawasan itu terbebani perubahan nasib Iran dengan penyerahan kekuasaan presiden AS bulan depan dari Donald Trump kepada Joe Biden yang lebih berpikiran diplomasi.

"Serangan Fakhrizadeh mungkin telah diatur waktunya untuk mempersempit risiko tanggapan ofensif Iran yang signifikan dalam waktu dekat, mengingat kekhawatiran di Teheran akan reaksi berlebihan ofensif yang parah di pihak pemerintahan Trump, dan keinginan Iran untuk memfasilitasi dimulainya kembali kontak dengan administrasi Biden," tulis Amos Yadlin dan Assaf Orion dari Institut Studi Keamanan Nasional Universitas Tel Aviv.

Tidak seperti model kapal rudal Israel sebelumnya, Saar-6 akan dilengkapi dengan pencegahan elektronik untuk rudal jelajah, yang memiliki lintasan datar, dan versi maritim dari sistem Iron Dome untuk menembak jatuh roket sudut tinggi.

Ini, kata seorang perwira senior Angkatan Laut Israel, adalah tindakan pencegahan terhadap rudal jelajah Yakhont yang dirancang Soviet dan roket Khalij Fars buatan Iran yang diyakini Israel berada di gudang senjata Hizbullah.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved