Setelah Ilmuwan Nuklir, Kini Komandan IRGC Iran Tewas Diserang Drone
Selasa, 01 Desember 2020 - 06:21 WIB
loading...
Seorang tentara Amerika Serikat memberi kode dalam operasi drone MQ-9 Reaper. Foto/REUTERS/Josh Smith
A
A
A
BAGHDAD - Seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tewas oleh serangan pesawat tak berawak atau drone di perbatasan Irak-Suriahantara Sabtu tengah malam dan Minggu dini hari. Serangan ini terjadi setelah ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh tewas diserang di timur Teheran pada Jumat pagi.
Para pejabat keamanan Irak dan milisi lokal pada hari Senin mengonfirmasi serangan drone yang menargetkan seorang komandan Garda Revolusi Iran. Namun, mereka tidak dapat memastikan identitas sang komandan, yang menurut mereka korban terbunuh bersama tiga pria lainnya yang bepergian dengan mobil bersamanya. (Baca: Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Didesak Serang Haifa Israel )
Dua pejabat keamanan Irak yang berbicara secara terpisah mengatakan mobil yang ditumpangi komandan IRGC itu membawa senjata melintasi perbatasan Irak dan dihantam serangan drone setelah memasuki wilayah Suriah.
(Baca juga : Iran Sebar Foto Empat Tersangka Pembunuhan Fakhrizadeh )
Menurut kedua pejabat tersebut, kelompok paramiliter Irak yang didukung Iran membantu mengambil jenazah-jenazah korban. Namun, kedua pejabat itu tidak merinci waktu pasti kejadian tersebut.
Para pejabat keamanan Irak dan milisi lokal pada hari Senin mengonfirmasi serangan drone yang menargetkan seorang komandan Garda Revolusi Iran. Namun, mereka tidak dapat memastikan identitas sang komandan, yang menurut mereka korban terbunuh bersama tiga pria lainnya yang bepergian dengan mobil bersamanya. (Baca: Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Didesak Serang Haifa Israel )
Dua pejabat keamanan Irak yang berbicara secara terpisah mengatakan mobil yang ditumpangi komandan IRGC itu membawa senjata melintasi perbatasan Irak dan dihantam serangan drone setelah memasuki wilayah Suriah.
(Baca juga : Iran Sebar Foto Empat Tersangka Pembunuhan Fakhrizadeh )
Menurut kedua pejabat tersebut, kelompok paramiliter Irak yang didukung Iran membantu mengambil jenazah-jenazah korban. Namun, kedua pejabat itu tidak merinci waktu pasti kejadian tersebut.
Lihat Juga :