Kekuatan Militer China Bikin Sekjen NATO Ketar Ketir

Selasa, 01 Desember 2020 - 23:23 WIB
loading...
Kekuatan Militer China...
Kekuatan militer China yang tumbuh membuat Sekjen NATO ketar ketir. Foto/Ilustrasi
A A A
BRUSSELS - Kekuatan militer China yang tumbuh memiliki potensi bahaya bagi aliansi transatalantik. Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO , Jens Stoltenberg.

(Baca juga : RI Desak Uni Eropa Perlakukan Minyak Kelapa Sawit Secara Adil )

"China berinvestasi besar-besaran dalam senjata baru," kata Stoltenberg.

"Itu semakin dekat dengan kita, dari Kutub Utara ke Afrika, dan dengan berinvestasi dalam infrastruktur kita," imbuhnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Selasa (1/12/2020).



Kegelisahan itu mendorong para menteri luar negeri aliansi bentukan Amerika Serikat (AS) itu untuk mendedikasikan sesi pertemuan tahunan mereka, yang diadakan secara virtual pada tahun ini karena pandemi virus Corona, kepada kekuatan komunis yang meningkat.

(Baca juga : Pusat Gabungan Turki dan Rusia di Karabakh Segera Beroperasi )

Dialog itu berlangsung saat Stoltenberg sedang mengatur Grup Refleksi NATO untuk mengidentifikasi prioritas aliansi transatlantik itu selama dekade berikutnya - upaya yang diharapkan Stoltenberg akan berujung pada kunjungan Presiden terpilih AS Joe Biden pada musim semi.

“Itu cara terbaik bagi semua kepala negara dan pemerintahan sekutu untuk bertemu, untuk duduk,” ujarnya. (Baca juga: NATO: AS Tarik Pasukan, Afghanistan Akan Jadi Sarang Teroris )

"Dan pada KTT itu, saya juga akan mengajukan proposal saya tentang bagaimana terus memperkuat dan terus menyesuaikan NATO sebagai aliansi yang gesit dan kuat," ia menambahkan.

Tim Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memberikan penekanan pada persenjataan anti-satelit China, yang dapat digunakan untuk memutuskan komunikasi militer dalam konflik dan melumpuhkan ekonomi Barat.

“China sangat aktif di luar angkasa, dan perlu ada banyak pekerjaan di luar angkasa untuk memastikan bahwa kami memiliki, mudah-mudahan, kemampuan untuk melihat di mana satelit berada dan menentukan apa kemampuan pencegahan dan pertahanan kita untuk memastikan bahwa mereka tidak bisa digunakan melawan kita - melawan salah satu dari kita,” ucap Duta Besar AS Kay Bailey Hutchison.

"Itu hanya satu area," sambungnya.(Baca juga: NATO Serukan Dunia Singkirkan Bom Nuklir, tapi Tidak untuk Anggotanya )

Para menteri luar negeri NATO menyoroti China satu tahun setelah deklarasi penting bahwa kekuatan Beijing menghadirkan "peluang dan tantangan" kepada aliansi, sebuah pernyataan yang menunjukkan keprihatinan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang China oleh blok keamanan transatlantik yang secara tradisional telah difokuskan pada ancaman lebih dekat ke perbatasan Eropa.

“China bukanlah musuh kita,” Stoltenberg menetapkan.

“Kebangkitannya menghadirkan peluang penting bagi ekonomi dan perdagangan kita. Kami perlu terlibat dengan China dalam masalah seperti pengendalian senjata dan perubahan iklim," ujarnya.

Komentar tersebut menyuarakan keyakinan AS dan Eropa bahwa pejabat Komunis China memiliki peran kunci dalam upaya internasional untuk mengurangi efek perubahan iklim.

"Kami akan memiliki prinsip di Dewan Keamanan Nasional yang tugas penuh waktunya adalah melawan perubahan iklim," kata Biden pekan lalu. Untuk pertama kalinya, itu akan terjadi.

(Baca juga : Mobil Tabrak Para Pejalan Kaki di Kota Trier Jerman, Dua Orang Tewas )

Media pemerintah China menunjuk retorika tim Biden tentang "bahaya perubahan iklim" sebagai peluang potensial untuk mengurangi ketegangan antara Washington dan Beijing.

"Pergeseran fokus seperti itu jelas akan jauh lebih objektif daripada prioritas keamanan nasional pemerintahan Trump," kata editorial Global Times pada hari Minggu.

Stoltenberg menekankan bahwa kerja sama iklim seperti itu tidak boleh mengaburkan celah yang lebih dalam antara rezim Komunis China dan ibu kota Barat.

“China tidak berbagi nilai-nilai kami,” katanya. “Itu tidak menghormati hak asasi manusia dan mencoba untuk mengintimidasi negara lain. Kita harus membahas ini bersama, baik sebagai sekutu NATO dan sebagai komunitas negara yang berpikiran sama," tukasnya.(Baca juga: Kanada Minta NATO Lacak Pergerakan China di Laut China Selatan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved