Parlemen Iran Dukung Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir

Selasa, 01 Desember 2020 - 19:01 WIB
loading...
Parlemen Iran Dukung...
Prosesi pemakaman ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh di Iran. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Parlemen Iran mendukung Rancangan Undang-undang (RUU) untuk meningkatkan pengayaan uranium mendekati level yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

RUU itu juga mengabaikan berbagai hambatan lain dalam program nuklir Iran seperti tercantum dalam kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia.

Meski demikian, pemerintah segera mengatakan langkah itu tidak dapat mengubah kebijakan nuklir Iran yang merupakan wewenang Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

RUU itu diusulkan sebagai tanggapan atas pembunuhan ilmuwan nuklir Iran pada Jumat. (Baca Juga: Takut Balasan Iran, Israel Peringatkan Diplomatnya di Penjuru Dunia)

“Kematian bagi Amerika! Kematian bagi Israel!" teriak beberapa anggota parlemen mendukung draf RUU tersebut pada pembacaan pertama saat sidang yang disiarkan langsung di radio. (Lihat Infografis: Terpeleset, Presiden Terpilih Joe Biden Alami Patah Tulang Kaki)

Parlemen sering menuntut sikap keras Iran dalam masalah nuklir pada beberapa tahun terakhir, namun upaya itu belum berhasil. (Lihat Video: Gubernur DKI Anies Baswedan Terkonfirmasi Positif Covid-19)

Dalam hal ini, pemerintah harus memutuskan apakah langkah keras atas pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada Jumat dapat membahayakan prospek peningkatan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) setelah Joe Biden mengambil alih Gedung Putih dari Donald Trump.



"Pemerintah percaya bahwa sesuai konstitusi, kesepakatan nuklir dan program nuklir berada di bawah yurisdiksi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan parlemen tidak dapat menangani ini sendiri," ungkap juru bicara pemerintah Ali Rabiei.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan pada Senin bahwa Teheran mencurigai kelompok oposisi berbasis luar negeri yang terlibat dengan Israel dalam pembunuhan Fakhrizadeh. Tuduhan itu ditolak kelompok oposisi itu.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menolak mengomentari pembunuhan itu. Menteri kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengatakan pada Sabtu bahwa dia tidak tahu siapa yang melakukan itu.

RUU itu masih membutuhkan persetujuan dalam pembacaan kedua dan dukungan badan ulama untuk menjadi undang-undang.

Iran telah melanggar batas pengayaan uranium yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia.

Kemurnian fisil maksimal dari pengayaan uranium masih sekitar 4,5%, di atas batas 3,67% tetapi di bawah 20% yang telah dicapai Iran sebelumnya.

Biden mengatakan dia akan mengembalikan Amerika Serikat ke kesepakatan 2015 jika Iran tetap patuh. Iran selalu membantah berupaya membangun senjata nuklir.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Berita Terkini
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved