Kerjasama dengan AS, Australia Ikut-ikutan Kembangkan Rudal Hipersonik
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
"SCIFiRE adalah bukti nyata dari persahabatan yang abadi dan kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Australia," kata Michael Kratsios, Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Teknik, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Defense News, Selasa (1/12/2020). (Baca: ULMWP Calonkan Benny Wenda sebagai Presiden Interim Papu Barat )
"Inisiatif ini akan menjadi penting untuk masa depan penelitian dan pengembangan (senjata) hipersonik, memastikan AS dan sekutu kita memimpin dunia dalam memajukan kemampuan perang transformasional ini. Kami berterima kasih kepada Departemen Pertahanan Australia atas komitmen bersama mereka untuk upaya game-changing ini."
Program SCIFiRE akan memanfaatkan kerja kolaboratif yang dilakukan dalam kemitraan dengan Angkatan Udara Australia, Kelompok Sains dan Teknologi Pertahanan Australia, dan Universitas Queensland pada program Hypersonic International Flight Research Experimentation.
Senjata baru itu akan menjadi rudal serang presisi kelas 5 Mach yang diluncurkan dengan tenaga penggerak dan didukung oleh mesin scramjet yang "bernapas" udara. Ini diharapkan untuk memasuki layanan dalam lima sampai 10 tahun ke depan. (Baca juga: Hanya Berjarak 10 Km, Kinmen Milik Taiwan Rentan Diinvasi China )
Kepala kemampuan Angkatan Udara di Markas RAAF di Canberra, Wakil Marsekal Udara Catherine Roberts, mengatakan senjata itu akan mampu dibawa oleh pesawat tempur taktis seperti F/A-18F Super Hornet, EA-18G Growler dan F-35A Lightning II, serta pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon.
"Inisiatif ini akan menjadi penting untuk masa depan penelitian dan pengembangan (senjata) hipersonik, memastikan AS dan sekutu kita memimpin dunia dalam memajukan kemampuan perang transformasional ini. Kami berterima kasih kepada Departemen Pertahanan Australia atas komitmen bersama mereka untuk upaya game-changing ini."
Program SCIFiRE akan memanfaatkan kerja kolaboratif yang dilakukan dalam kemitraan dengan Angkatan Udara Australia, Kelompok Sains dan Teknologi Pertahanan Australia, dan Universitas Queensland pada program Hypersonic International Flight Research Experimentation.
Senjata baru itu akan menjadi rudal serang presisi kelas 5 Mach yang diluncurkan dengan tenaga penggerak dan didukung oleh mesin scramjet yang "bernapas" udara. Ini diharapkan untuk memasuki layanan dalam lima sampai 10 tahun ke depan. (Baca juga: Hanya Berjarak 10 Km, Kinmen Milik Taiwan Rentan Diinvasi China )
Kepala kemampuan Angkatan Udara di Markas RAAF di Canberra, Wakil Marsekal Udara Catherine Roberts, mengatakan senjata itu akan mampu dibawa oleh pesawat tempur taktis seperti F/A-18F Super Hornet, EA-18G Growler dan F-35A Lightning II, serta pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon.
Lihat Juga :