Twitter Blokir Akun Pendukung Kerajaan Thailand karena Langgar Aturan
Selasa, 01 Desember 2020 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Para pengunjuk rasa dan pendukung kerajaan mengakui pentingnya media sosial dalam mendorong gerakan protes. Unjuk rasa ini menjadi tantangan terbesar dalam beberapa dekade bagi monarki serta pemerintahan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha.
Dibuat pada September, akun @jitarsa_school memiliki lebih dari 48.000 pengikut sebelum ditangguhkan oleh Twitter.
"Akun yang dipermasalahkan ditangguhkan karena melanggar aturan kami tentang spam dan manipulasi platform," ungkap seorang perwakilan Twitter pada Minggu.
Dia mengatakan penangguhan itu sejalan dengan kebijakan perusahaan dan bukan akibat permintaan komentar dari Reuters.
Profil akun tersebut mengatakan dia melatih orang-orang untuk program Relawan Kerajaan, yang dijalankan oleh Kantor Kerajaan.
Lihat Juga :