Disanksi AS, Pemimpin Hong Kong Hidup dengan Tumpukan Uang Tunai di Rumah

Sabtu, 28 November 2020 - 13:41 WIB
loading...
Disanksi AS, Pemimpin...
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam. Foto/REUTERS
A A A
HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengaku dia hidup dengan "tumpukan uang tunai" di rumah karena dia tidak memiliki rekening bank setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepadanya. Sanksi itu dijatuhkan sebagai respons pemberlakuan undang-undang keamanan oleh China di kota itu.

Lam menjadi sasaran, bersama dengan 14 pejabat senior kota lainnya, dalam tindakan terberat AS di Hong Kong sejak Beijing memberlakukan undang-undang baru di wilayah itu pada akhir Juni.

Washington membekukan aset 15 pejabat Hong Kong di Amerika dan mengkriminalisasi setiap transaksi keuangan di Amerika yang terkait dengan 15 pejabat. (Baca: Eks Bos CIA: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Kriminal, Bisa Picu Konflik Wilayah )

Dalam wawancara dengan saluran televisi lokal berbahasa Inggris, HKIBC, yang disiarkan tadi malam, Lam mengatakan dia menggunakan uang tunai setiap hari untuk semua hal setelah dikenai sanksi.

“Duduk di depan Anda adalah kepala eksekutif SAR (Daerah Administratif Khusus) Hong Kong yang tidak memiliki layanan perbankan yang tersedia untuknya,” kata Lam kepada HKIBC yang dilansir AFP, Sabtu (28/11/2020).

“Saya memiliki setumpuk uang tunai di rumah, pemerintah memberi saya uang tunai untuk gaji saya,” ujarnya.

Lam menambahkan bahwa "sangat terhormat" untuk diberi "sanksi yang tidak dapat dibenarkan" oleh pemerintah AS dan tidak ingin menghalangi siapa pun untuk menjabat di kantor publik.

Dengan penghasilan HKD5,21 juta setahun, Lam adalah salah satu pemimpin dengan bayaran tertinggi di dunia.

Pernyataannya memicu reaksi publik, di mana pengguna media sosial mem-posting foto koin di celengan mereka di rumah untuk membedakan dengan kekayaan Lam. (Baca juga: AS Kerahkan Kapal Induk setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh )

Yang lain mempertanyakan bagaimana gajinya yang besar akan dikirim ke kediamannya dalam bentuk tunai.

Lam telah mengatakan kepada media pada bulan Agustus bahwa dia menghadapi "sedikit ketidaknyamanan" dari sanksi yang menghambat penggunaan kartu kreditnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved