Wanita Bersenjata Pisau Serang Rabbi di Wina, Teriakkan Ancaman Anti Semit
Jum'at, 27 November 2020 - 23:28 WIB
loading...
Petugas polisi bersenjata berpatroli di dekat lokasi serangan senjata di Wina, Austria, 4 November lalu. Foto/Al Arabiya
A
A
A
WINA - Pihak kepolisian Austria mengatakan seorang Rabi diserang dengan pisau oleh seroang wanita di Ibu Kota Wina. Wanita itu juga merobek kopiah Yahudi dari kepala sang Rabi dan meneriakkan ancaman anti Semit sebelum melarikan diri.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore ketika seorang wanita, yang digambarkan berusia sekitar 50 tahun dan mengenakan mantel abu-abu, tiba-tiba mendekati seorang Rabi dan mencabut pisau dari tas tangannya.
"Dia menendang kaki Rabi itu, menjatuhkan topinya dari kepalanya, lalu melepaskan kippahnya dan meneriakkan hinaan anti-Semit sebelum melarikan diri," kata polisi seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (27/11/2020).
Organisasi utama Yahudi di Wina mengatakan kepada stasiun televis Austria ORF bahwa wanita itu berteriak "bantai semua orang Yahudi."
Pihak kepolisian kemudian menggeledah daerah tersebut tetapi tidak dapat menemukan wanita tersebut.
Pejabat tinggi keamanan Austria, Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer, mengutuk kejahatan tersebut sebagai serangan terhadap kehidupan Yahudi di Wina dan kasus tersebut telah diambil alih oleh badan yang menyelidiki tindakan ekstremisme dan terorisme.(Baca juga: Cegah Serangan Baru, Austria Perketat Keamanan di Gereja-gereja )
Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore ketika seorang wanita, yang digambarkan berusia sekitar 50 tahun dan mengenakan mantel abu-abu, tiba-tiba mendekati seorang Rabi dan mencabut pisau dari tas tangannya.
"Dia menendang kaki Rabi itu, menjatuhkan topinya dari kepalanya, lalu melepaskan kippahnya dan meneriakkan hinaan anti-Semit sebelum melarikan diri," kata polisi seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (27/11/2020).
Organisasi utama Yahudi di Wina mengatakan kepada stasiun televis Austria ORF bahwa wanita itu berteriak "bantai semua orang Yahudi."
Pihak kepolisian kemudian menggeledah daerah tersebut tetapi tidak dapat menemukan wanita tersebut.
Pejabat tinggi keamanan Austria, Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer, mengutuk kejahatan tersebut sebagai serangan terhadap kehidupan Yahudi di Wina dan kasus tersebut telah diambil alih oleh badan yang menyelidiki tindakan ekstremisme dan terorisme.(Baca juga: Cegah Serangan Baru, Austria Perketat Keamanan di Gereja-gereja )
Lihat Juga :