Rusia Sukses Uji Rudal Hipersonik Zircon, Bisa Lenyapkan Kota AS dengan Nuklir
Jum'at, 27 November 2020 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Kebocoran radiasi selama insiden militer yang menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya tahun lalu dilaporkan terkait dengan pengujian rudal jenis tersebut. Menurut laporan media saat itu, tingkat radiasi melonjak 20 kali lipat di atas tingkat normal di Severodvinsk, sebuah kota yang terletak sekitar 18 mil dari lokasi pengujian senjata di Nyonoksa.
Rudal hipersonik Zircon dirancang untuk digunakan melawan kapal atau pun target darat, dan mulai diproduksi pada 2021, dan mulai beroperasi pada tahun berikutnya.
Putin pada 2019 berpidato tentang rencana penyebaran rudal hipersonik baru untuk Angkatan Laut Rusia. Dia saat itu mengklaim bahwa senjata tersebut mampu terbang dengan delapan kali dari kecepatan suara—kira-kira 6.138mph—dan akan memiliki jangkauan 620 mil.
"Rudal mematikan itu adalah sistem senjata terbaru yang benar-benar tak tertandingi di dunia, yang memastikan kemampuan pertahanan negara kita," kata Putin dalam pidatonya waktu itu.
Rudal Zircon telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun dan dianggap sebagai langkah kunci berikutnya bagi persenjataan Putin.
Dmitry Korieov, presenter berita televisi Rusia; Vesti Nedeli, tahun lalu menunjukkan di layar tentang peta dari AS. Dia mengidentifikasi target yang dia klaim bisa dijangkau Moskow dalam perang nuklir.
Rudal hipersonik Zircon dirancang untuk digunakan melawan kapal atau pun target darat, dan mulai diproduksi pada 2021, dan mulai beroperasi pada tahun berikutnya.
Putin pada 2019 berpidato tentang rencana penyebaran rudal hipersonik baru untuk Angkatan Laut Rusia. Dia saat itu mengklaim bahwa senjata tersebut mampu terbang dengan delapan kali dari kecepatan suara—kira-kira 6.138mph—dan akan memiliki jangkauan 620 mil.
"Rudal mematikan itu adalah sistem senjata terbaru yang benar-benar tak tertandingi di dunia, yang memastikan kemampuan pertahanan negara kita," kata Putin dalam pidatonya waktu itu.
Rudal Zircon telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun dan dianggap sebagai langkah kunci berikutnya bagi persenjataan Putin.
Dmitry Korieov, presenter berita televisi Rusia; Vesti Nedeli, tahun lalu menunjukkan di layar tentang peta dari AS. Dia mengidentifikasi target yang dia klaim bisa dijangkau Moskow dalam perang nuklir.
Lihat Juga :