4 Siswa Didakwa atas Pemenggalan Guru yang Perlihatkan Kartun Nabi Muhammad
Jum'at, 27 November 2020 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Anzorov, yang dibunuh oleh polisi di lokasi serangan, membayar para siswa beberapa ratus euro untuk bantuan mereka.
"Ketiga siswa, yang berusia antara 13 dan 14 tahun, didakwa dengan keterlibatan dalam pembunuhan (oleh) teroris," kata sumber pengadilan, seperti dikutip AFP, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: Pengemudi Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Ditangkap, Kondisinya Tak Normal )
Pelajar yang keempat adalah putri dari Brahim Chnina, sosok yang meluncurkan kampanye daring yang ganas melawan Paty. Chnina mengecam penggunaan kartun Nabi Muhammad oleh guru tersebut. Kartun atau karikatur itu merupakan gambar yang diterbitkan oleh majalah satire Charlie Hebdo.
Chnina sendiri—serta seorang militan bernama Abdelhakim Sefrioui, yang menjalankan kampanye bersamanya—telah dituduh terlibat dalam pemenggalan Paty. Putrinya dituduh "mencela fitnah" Paty setelah menceritakan versinya tentang kejadian di kelas, meskipun dia sebenarnya tidak menghadiri pelajaran kewarganegaraan tersebut.
Ayah dan putrinya melaporkan Paty ke polisi karena "diskriminasi" lebih dari seminggu sebelum pembunuhan, menuduh bahwa Paty telah memilih siswa Muslim dengan meminta mereka meninggalkan ruan kelas sebelum menunjukkan kartun tersebut.
"Ketiga siswa, yang berusia antara 13 dan 14 tahun, didakwa dengan keterlibatan dalam pembunuhan (oleh) teroris," kata sumber pengadilan, seperti dikutip AFP, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: Pengemudi Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Ditangkap, Kondisinya Tak Normal )
Pelajar yang keempat adalah putri dari Brahim Chnina, sosok yang meluncurkan kampanye daring yang ganas melawan Paty. Chnina mengecam penggunaan kartun Nabi Muhammad oleh guru tersebut. Kartun atau karikatur itu merupakan gambar yang diterbitkan oleh majalah satire Charlie Hebdo.
Chnina sendiri—serta seorang militan bernama Abdelhakim Sefrioui, yang menjalankan kampanye bersamanya—telah dituduh terlibat dalam pemenggalan Paty. Putrinya dituduh "mencela fitnah" Paty setelah menceritakan versinya tentang kejadian di kelas, meskipun dia sebenarnya tidak menghadiri pelajaran kewarganegaraan tersebut.
Ayah dan putrinya melaporkan Paty ke polisi karena "diskriminasi" lebih dari seminggu sebelum pembunuhan, menuduh bahwa Paty telah memilih siswa Muslim dengan meminta mereka meninggalkan ruan kelas sebelum menunjukkan kartun tersebut.
Lihat Juga :