Australia Pecat Tentara yang Terlibat Pembunuhan Warga Sipil Afghanistan

Kamis, 26 November 2020 - 19:14 WIB
loading...
Australia Pecat Tentara...
Australia dilaporkan telah memulai proses untuk memberhentikan anggota resimen pasukan khusus yang terlibat dalam pembunuhan 39 warga sipil Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
CANBERRA - Australia dilaporkan telah memulai proses untuk memberhentikan anggota resimen pasukan khusus yang terlibat dalam pembunuhan 39 warga sipil Afghanistan . Pembunuhan puluhan warga sipil itu bagian dari ritual inisiasi di Kelompok Tugas Operasi Khusus dari pasukan elite Australia.

Menurut laporan ABC News, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (26/11/2020), anggota pasukan khusus yang terlibat dalam kejahatan perang Afghanistan telah menerima pemberitahuan penghentian dari Departemen Pertahanan Australia. ( Baca juga: Whistleblower Kejahatan Perang Pasukan Australia Tuntut Pemulihan Nama Baik )

"Kementerian Pertahanan dapat mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah memulai tindakan administratif terhadap sejumlah personel Angkatan Pertahanan Australia yang bertugas sesuai dengan undang-undang dan kebijakan pertahanan," bunyi laporan ABC News, mengutip seorang juru bicara Kementerian Pertahahan Australia.

Pekan lalu, Australia menyatakan, 19 tentara dan mantan tentara mereka berpotensi dituntut secara pidana karena diduga membunuh 39 penduduk Afghanistan, sebagian besar dari mereka telah ditangkap dan tidak bersenjata.

Australia Pecat Tentara yang Terlibat Pembunuhan Warga Sipil Afghanistan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved