Skotlandia Gratiskan Produk Kewanitaan

Kamis, 26 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Hingga muncul kemiskinan menstruasi di mana perempuan dari kalangan berpendapatan rendah tidak mampu membeli pembalut. Padahal, menstruasi berlangsung sekitar satu pekan sehingga dibutuhkan biaya untuk membeli pembalut.

Produk sanitasi seperti pembalut di Inggris mendapatkan pajak sekitar 5%. Para pejabat menyalahkan kebijakan itu sebagai konsekuensi dari Uni Eropa (UE). Dikarenakan Inggris telah keluar dari UE, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak akan menghapus pajak tersebut pada Januari 2021. (Lihat videonya: KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta)

Selain Skotlandia , pemerintah Inggris juga akan menyediakan pembalut di sekolah mulai Januari mendatang. Langkah itu meniru beberapa negara bagian di AS sudah membagikan pembalut di sekolah secara cuma-cuma.

Setelah pembagian pembalut secara gratis, Skotlandia juga sedang menyiapkan skema sistem kesehatan untuk mendistribusikan kondom secara gratis. Badan Kesehatan Inggris (NHS) mengusulkan siapa pun yang menginginkan kondom gratis bisa tersedia di apotek dan kampus. Dengan demikian, mereka tidak perlu membeli kondom atau memintanya kepada petugas kesehatan. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Laura Fernandez?...
Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin
Pertama Kali dalam Sejarah,...
Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tunjuk Perempuan Jadi Kepala Staf AD
Iran Resmi Izinkan Perempuan...
Iran Resmi Izinkan Perempuan Mengendarai Sepeda Motor
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025, dari Rama Duwaji hingga Katy Perry
Ini 8 Kepolisian Terbaik...
Ini 8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Siapa Shaikha Al Nowais?...
Siapa Shaikha Al Nowais? Perempuan Cantik UEA yang Tampil di Panggung Global
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
Jenis Produk Obat-obatan...
Jenis Produk Obat-obatan dan Kosmetik yang Wajib Bersertifikat Halal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved