Pertama Kali dalam Sejarah, Perempuan Ikut Proses Penggantian Kiswah Kakbah di Arab Saudi

Selasa, 09 Juli 2024 - 21:07 WIB
loading...
Pertama Kali dalam Sejarah,...
Kiswah atau Kiswat Al-Kaabah adalah kain yang menutupi Kakbah di Masjidilharam Makkah. Foto/SPA
A A A
RIYADH - Perempuan telah mengambil bagian dalam proses penggantian kiswah (kain) Kakbah untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Perkembangan ini seiring dengan upaya Arab Saudi yang terus mendorong partisipasi perempuan di berbagai industri.

Menurut Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci, para pegawai perempuan mengambil bagian dalam upacara penggantian kiswah Kakbah pada hari Minggu (7/7/2024) dengan membawa beberapa komponennya dan menyerahkannya kepada pekerja lain, yang kemudian memasukkannya ke dalam kendaraan untuk diangkut ke Masjidil Haram Makkah.
Kiswah adalah kain hitam berhiaskan benang emas dan perak yang menghiasi bangunan Ka’bah.

Sebagai bagian dari upacara tahunan yang dilaksanakan setelah musim haji dan tahun baru kalender Islam, peserta membongkar kiswah lama dan memasang kiswah baru dengan memasangnya di sudut dan atap Kakbah.

Meskipun peran pegawai perempuan hanya terbatas pada tahap persiapan upacara, ini adalah pertama kalinya perempuan berpartisipasi dalam ritual tersebut.

Hal ini terjadi di tengah upaya berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi untuk mempromosikan perempuan di berbagai bidang dan industri di seluruh negeri.

Baca juga: Beit Iksa adalah Desa Sekaligus Penjara, Israel Persulit Warga Palestina di Tepi Barat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved