Hindari Konflik di Laut China Selatan, Menhan Filipina Serukan ASEAN Bersatu
Rabu, 25 November 2020 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Lorenzana sangat blak-blakan untuk seorang menteri dari dalam blok 10 negara anggota, yang jarang berbicara sebagai kelompok yang menentang militerisasi atau tindakan yang dianggap agresi, dengan beberapa negara khawatir akan membuat marah Beijing atau Washington.(Baca juga: China: 'Berbahaya' AS Menciptakan Kekacauan di Asia )
Filipina, Malaysia, Brunei, dan Vietnam memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China dan semua kecuali Brunei telah terlibat dalam kebuntuan tahun ini dengan kapal-kapal China.
China mengatakan memiliki kedaulatan historis atas sembilan per sepuluh Laut China Selatan. Beijing tidak mengakui putusan arbitrase internasional pada 2016 yang membatalkan klaim tersebut.
Lorenzana mengatakan masalah itu menjadi yang utama selama diskusi sejak Mei dengan mitra di Jepang, China, Australia, Prancis dan Amerika Serikat.
"Apa artinya ini bagi kami? Bahwa Laut China Selatan penting bagi banyak negara," katanya.
Filipina, Malaysia, Brunei, dan Vietnam memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China dan semua kecuali Brunei telah terlibat dalam kebuntuan tahun ini dengan kapal-kapal China.
China mengatakan memiliki kedaulatan historis atas sembilan per sepuluh Laut China Selatan. Beijing tidak mengakui putusan arbitrase internasional pada 2016 yang membatalkan klaim tersebut.
Lorenzana mengatakan masalah itu menjadi yang utama selama diskusi sejak Mei dengan mitra di Jepang, China, Australia, Prancis dan Amerika Serikat.
"Apa artinya ini bagi kami? Bahwa Laut China Selatan penting bagi banyak negara," katanya.
Lihat Juga :