Analis Curiga Arab Saudi yang Tekan Pakistan untuk Akui Negara Israel

Rabu, 25 November 2020 - 11:24 WIB
loading...
A A A
Amin, bagaimanapun, mengakui bahwa Abu Dhabi dan Manama telah menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv dengan persetujuan Riyadh.

Tapi, kata dia, akan sulit bagi Riyadh untuk melakukannya, mengingat masalah internal dan eksternal yang bisa dihadapinya. “Arab Saudi adalah ujung tombak dunia Muslim, pengakuannya akan mengundang terlalu banyak masalah bagi dirinya sendiri,” jelasnya.

Menggemakan pandangan Amin, Siddiqi berkata; "Arab Saudi memiliki posisi unik dalam persaudaraan Islam. Rajanya menyebut diri mereka sebagai pelayan dari dua tempat suci (Makkah dan Madinah). Oleh karena itu, tidak dapat mengejutkan dunia Muslim untuk mengambil sebuah keputusan yang dapat dianggap oleh banyak Muslim sebagai pengkhianatan bukan hanya atas perjuangan Palestina tetapi juga tujuan Islam."

Masood mengatakan hanya masalah waktu bagi Kerajaan Arab Saudi untuk mengikuti jejak UEA dan Bahrain. Tetapi, lanjut dia, Pakistan tidak akan tunduk meski ada tekanan.

“Imran Khan sepenuhnya memahami bahwa orang Pakistan tidak akan pernah menerima keputusan apa pun yang bertujuan untuk mengakui atau menormalkan hubungan dengan Israel. Itulah yang dia perjelas berkali-kali," katanya. Arab Saudi juga mengetahui hal ini dengan sangat baik.

Mendukung pandangannya, Siddiqi mengatakan; "Pengakuan yang tergesa-gesa dapat memicu gelombang reaksi ekstremis, yang tidak mampu dilakukan oleh pemerintah Imran Khan yang lemah dan terkepung."

Hubungan Pakistan dengan negara-negara Teluk memiliki dasar ekonomi yang kuat. Pengiriman uang dalam jumlah besar dikirim oleh ekspatriat Pakistan di Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Kuwait.

Arab Saudi dan UEA bersama-sama menampung lebih dari tiga juta orang Pakistan.

Arab Saudi, tempat tinggal 1,9 juta orang Pakistan, menduduki puncak daftar negara dengan jumlah pengiriman uang tertinggi yang dikirim ke Pakistan—lebih dari USD4,5 miliar per tahun—diikuti oleh UEA dengan lebih dari USD3,47 miliar. Data itu berasal dari bank sentral Pakistan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Bukan Sekadar Batasi...
Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved