Analis Curiga Arab Saudi yang Tekan Pakistan untuk Akui Negara Israel

Rabu, 25 November 2020 - 11:24 WIB
loading...
A A A
Mohammad Ali Siddiqi, seorang analis yang berbasis di Karachi yang sering menulis tentang Timur Tengah, tidak mengabaikan kemungkinan bahwa Riyadh menekan Islamabad untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

"Adapun tekanan Saudi, ya, itu tidak bisa dikesampingkan," kata Siddiqi kepada Anadolu Agency, Selasa (24/11/2020). Dia mengatakan jika Pakistan mengakui negara Yahudi tersebut, pujian akan diberikan ke Riyadh.

"MBS bisa sangat menghitung," katanya, mengacu pada Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS). "Jika seseorang percaya apa yang dikatakan (Presiden Turki) Recep Tayyip Erdogan, MBS mengancam akan mengusir semua pekerja Pakistan di kerajaan jika Imran Khan menghadiri KTT Kuala Lumpur Desember lalu."

Pakistan menolak menghadiri KTT Kuala Lumpur pada jam kesebelas yang dilaporkan karena tekanan dari Arab Saudi, yang melihat forum itu sebagai alternatif dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Menurut Siddiqi, pejabat Pakistan, bahkan mantan pejabat, bagaimanapun, tidak akan mengonfirmasi atau menyangkal jika ada tekanan pada Pakistan untuk mengakui negara Israel.

Letnan Jenderal (purnawirawan) Talat Masood, seorang analis keamanan yang berbasis di Islamabad, mengatakan Riyadh tidak membujuk Pakistan untuk mengakui Israel.

“Negara-negara Arab sedang menormalisasi hubungan mereka dengan Israel di bawah pendekatan sempit yang murni didasarkan pada keuntungan politik dan ekonomi dengan mengorbankan nilai. Mereka tidak lagi peduli dengan perjuangan Palestina," katanya kepada Anadolu Agency.

“Mungkin ada sedikit peran Saudi untuk merayu Pakistan dalam hal ini, tetapi pada umumnya, saya rasa tidak ada tekanan,” kata Masood, yang bertugas di tentara Pakistan hingga 1990.

Mantan duta besar Pakistan untuk Arab Saudi Shahid Amin memiliki pendapat serupa. "Mengapa Arab Saudi melakukan itu...setelah klarifikasi Kementerian Luar Negeri, itu harus dibersihkan. Pakistan tidak cocok dengan gambaran ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved