Tingkatkan Angka Kelahiran, China Ingin Antisipasi Krisis Ketenagakerjaan

Selasa, 24 November 2020 - 10:33 WIB
loading...
A A A
Antara tahun 2005 dan 2014, berdasarkan jumlah rata-rata anak yang lahir di satu keluarga, angka kelahiran di Nagi naik dua kali lipat dari 1,4 menjadi 2,8. Pencapaian itu dipromosikan ke wilayah lain. Sejak saat itu, angka kelahiran di Nagi turun menjadi 2,39, tapi tetap lebih tinggi dari tingkat nasional yang hanya 1,46.

Jepang mengalami penurunan angka demografi sejak tahun 1970-an. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Buruh, kurang dari 950.000 bayi terlahir di Jepang, lebih rendah dibandingkan angka kematian yang mencapai 1,3 juta orang pada 2017. Adapun total penduduk Jepang mencapai 127 juta orang. (Lihat videonya: Hati-hati Modus Penipuan Modifikasi ATM)

Jumlah anak-anak di Jepang hanya sekitar 12,3% dari total penduduk, bandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang mencapai 18,9%, China 16,8%, dan India 30,8%. Dengan angka kelahiran yang rendah dan angka kematian yang tinggi, jumlah penduduk Jepang diperkirakan akan anjlok menjadi 88 juta jiwa pada 2065.

Tokyo, kota berpenduduk lebih dari 9 juta orang, menjadi wilayah dengan angka kelahiran terendah dari total 47 prefektur di Jepang, yakni hanya sekitar 1,17. Tokyo juga menjadi kota dengan jumlah anak terbesar yang mengantre di daftar tunggu tempat penitipan anak. Lebih dari 5.400 anak kini masih “telantar”. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved