Perbarui 'Sumpah' Lindungi Filipina, AS Serahkan Rudal dan Bom

Senin, 23 November 2020 - 21:58 WIB
loading...
Perbarui Sumpah Lindungi...
Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert OBrien mengatakan, AS akan membantu mengalahkan militan yang terkait dengan ISIS di Filipina selatan. Foto/REUTERS
A A A
MANILA - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirimkan rudal presisi dan bom ke Filipina . Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu negara itu memerangi ISIS dan simpatisanya. AS juga memperbarui janji mereka untuk membantu Filipina jika mendapat serangan di Laut China Selatan.

Ini adalah realisasi janji Presiden AS Donald Trump. Ia berjanji untuk memberikan rudal senilai USD 18 juta kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada bulan April lalu. ( Baca juga: Duterte Izinkan Pegawai Kesehatan Kerja ke Luar Negeri )

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien saat acara penyerahan rudal dan bom tersebut menuturkan, AS di bawah pemerintahan Trump sukses mengalahkan ISIS di Timur Tengah dan membunuh Abu Bakar al-Baghdadi. Dia kemudian mengatakan, AS akan membantu mengalahkan militan yang terkait dengan ISIS di Filipina selatan.

"Trump mendukung Duterte saat kami memerangi ISIS di sini, di Asia Tenggara. Pengiriman ini menggarisbawahi komitmen kami yang kuat dan abadi terhadap aliansi penting kami," ucap O'Brien, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (23/11/2020).

Dia mengungkapkan harapan untuk berlanjutnya perjanjian keamanan yang memungkinkan pasukan Amerika untuk berlatih dalam latihan tempur skala besar di Filipina. ( Baca juga: Soal Bisnis Neobank, Indonesia Kalah Start dari Filipina )

O'Brien kemudian mengatakan, AS mendukung Filipina dalam upayanya melindungi hak kedaulatannya di Laut China Selatan. Filipina bulan lalu mengumumkan akan melanjutkan eksplorasi minyak dan gas di atau dekat Reed Bank, yang terletak di lepas pantai barat negara itu, yang juga diklaim oleh China.

“Itu adalah milik orang Filipina, itu bukan milik beberapa negara lain yang hanya karena mereka mungkin lebih besar dari Filipina, mereka dapat mengambil dan mengubah sumber daya orang Filipina. Itu salah," tukas O'Brien.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved