Swiss akan Gelar Referendum Soal Larangan Pendanaan pada Produsen Senjata
Senin, 23 November 2020 - 21:12 WIB
loading...
Masyarakat Swiss dilaporkan akan menggelar referendum untuk memutuskan apakah negara itu akan mengizinkan pendanaan terhadap produsen senjata atau tidak. Foto/REUTERS
A
A
A
BERN - Masyarakat Swiss dilaporkan akan menggelar referendum untuk memutuskan apakah negara itu akan mengizinkan pendanaan terhadap produsen senjata atau tidak. Ini adalah referendum anti-militer terbaru di negara netral yang belum pernah berperang dalam perang eksternal selama 200 tahun.
Menurut sebuah studi oleh peneliti independen, Profundo, sejumlah bank Swiss telah memberikan pinjaman dan memiliki saham senilai hampir USD 11 miliar di perusahaan pembuat senjata dan alat-alat militer seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan General Dynamics.
Bank Nasional Swiss (SNB), UBS dan Credit Suisse, menurut studi tersebut, memiliki eksposur terbesar. ( Baca juga: Daftar Kota Termahal di Dunia 2020 Diguncang Covid-19, Zurich Paling Atas )
Julia Kueng, Wakil Presiden Partai Hijau Muda mengatakan sangat tidak pantas bagi negara yang mengaku netral memberikan pendanaan dan pinjaman kepada perusahaan yang membuat senjata untuk membunuh orang.
"Sejumlah besar uang datang dari Swiss ke dalam industri yang diuntungkan dari kematian dan kehancuran. Bagaimana bisa negara yang mengaku netral untung dari bahan perang," ucap Julia, seperti dilansir Reuters pada Senin (23/11/2020).
Referendum ini digelar setelah petisi yang dibuat oleh para aktivis mengumpulkan 120.000 tanda tangan. ( Baca juga: Swiss Sebut Ancaman Teroris di Negaranya Cukup Tinggi )
Sementara itu, SNB mengatakan menentang inisiatif tersebut, yang dikatakan akan menciptakan ketidakpastian hukum dan merusak independensi bank sentral. UBS juga menolaknya, dengan mengatakan tidak secara langsung atau tidak langsung mendanai senjata yang sudah dilarang di Swiss.
Credit Suisse, atau Asosiasi Bankir Swiss mengatakan inisiatif tersebut akan melemahkan Swiss sebagai lokasi bisnis dan tidak perlu membatasi SNB, dana pensiun, bank, dan perusahaan asuransi.
Menurut sebuah studi oleh peneliti independen, Profundo, sejumlah bank Swiss telah memberikan pinjaman dan memiliki saham senilai hampir USD 11 miliar di perusahaan pembuat senjata dan alat-alat militer seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan General Dynamics.
Bank Nasional Swiss (SNB), UBS dan Credit Suisse, menurut studi tersebut, memiliki eksposur terbesar. ( Baca juga: Daftar Kota Termahal di Dunia 2020 Diguncang Covid-19, Zurich Paling Atas )
Julia Kueng, Wakil Presiden Partai Hijau Muda mengatakan sangat tidak pantas bagi negara yang mengaku netral memberikan pendanaan dan pinjaman kepada perusahaan yang membuat senjata untuk membunuh orang.
"Sejumlah besar uang datang dari Swiss ke dalam industri yang diuntungkan dari kematian dan kehancuran. Bagaimana bisa negara yang mengaku netral untung dari bahan perang," ucap Julia, seperti dilansir Reuters pada Senin (23/11/2020).
Referendum ini digelar setelah petisi yang dibuat oleh para aktivis mengumpulkan 120.000 tanda tangan. ( Baca juga: Swiss Sebut Ancaman Teroris di Negaranya Cukup Tinggi )
Sementara itu, SNB mengatakan menentang inisiatif tersebut, yang dikatakan akan menciptakan ketidakpastian hukum dan merusak independensi bank sentral. UBS juga menolaknya, dengan mengatakan tidak secara langsung atau tidak langsung mendanai senjata yang sudah dilarang di Swiss.
Credit Suisse, atau Asosiasi Bankir Swiss mengatakan inisiatif tersebut akan melemahkan Swiss sebagai lokasi bisnis dan tidak perlu membatasi SNB, dana pensiun, bank, dan perusahaan asuransi.
(esn)
Lihat Juga :