Tandingi The Squad Demokrat, Politisi Perempuan Republik Bentuk The Force

Sabtu, 21 November 2020 - 13:38 WIB
loading...
A A A
"Saya melihat apa yang terjadi ketika kehabisan uang dan itu tidak bagus. Dan sekarang kami sedang membangun sosialisme. Saya seperti berputar-putar. Saya dapat memberi tahu Anda apa yang akan terjadi selanjutnya. Sangat menyedihkan bagiku melihat itu," tuturnya.(Baca juga: Hitung Ulang Pilpres AS di Georgia Tegaskan Kemenangan Biden Atas Trump )

Mengomentari pernyataan Salazar, seorang anggota "The Squad", Ilhan Omar, tampak mengkritik inisiatif tersebut.

“Kedengarannya konyol bagiku. Saya pikir mereka sedang berpikir ada di SMA. Kita berada di Kongres," kata Omar menanggapi pernyataan Salazar, yang dikutip oleh NBC News.

Sebagai anggota kongres yang baru terpilih, Salazar adalah seorang mantan jurnalis Kuba. Dia adalah bagian dari apa yang dilaporkan paling beragam, dalam hal keragaman etnis dan sosial, dalam kelas Republik untuk saat ini. Ia terpilih setelah mengalahkan perwakilan Partai Demokrat Donna Shalala pada pemilu 3 November lalu untuk mewakili distrik Florida.

Anggota The Squad Demokrat yang progresif masing-masing terpilih kembali ke kursi mereka selama pemilu kali ini. Di Capitol Hill, mereka mendukung, antara lain, Kesepakatan Baru Hijau, kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim dan ketidaksetaraan ekonomi di AS. Pandangan kelompok tersebut, yang dicirikan oleh beberapa kritikus condong ke apa yang disebut "kiri radikal", dilaporkan telah mengakibatkan bentrokan antara kelompok tersebut dengan pimpinan Partai.(Baca juga: Presiden Ceko: Trump Harus Lengser dan Tidak Memalukan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved