Hitung Ulang Pilpres AS di Georgia Tegaskan Kemenangan Biden Atas Trump
Jum'at, 20 November 2020 - 08:35 WIB
loading...
Hitung ulang pilpres AS di Georgia tegaskan kemenangan Biden atas Trump. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pejabat pemilu Georgia mengatakan penghitungan suara manual pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) telah selesai. Hasilnya, mempertegas keunggulan tipis calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden atas calon petahana dari Partai Republik Donald Trump .
Penghitungan manual sekitar 5 juta suara berasal dari audit yang diwajibkan oleh undang-undang negara bagian yang baru dan bukan sebagai respon atas dugaan kecurangan atau permintaan penghitungan ulang resmi. Negara bagian Georgia memiliki waktu hingga Jumat untuk mengesahkan hasil yang telah disertifikasi dan diserahkan oleh distrik.
Distrik seharusnya menyelesaikan hitungan tangan pada pukul Rabu malam pukul 23:59 waktu setempat. Gabriel Sterling, yang mengawasi penerapan sistem pemungutan suara baru negara bagian, mengatakan pada Kamis malam bahwa audit telah selesai dan hasilnya akan segera diposting di situs web sekretaris negara.
"Setelah negara bagian mengesahkan hasil pemilu, tim kampanye yang kalah memiliki waktu dua hari kerja untuk meminta penghitungan ulang jika margin tetap berada dalam persentase 0,5%. Penghitungan ulang itu akan dilakukan menggunakan pemindai yang membaca dan menghitung suara dan akan dibayar oleh distrik," terang Sterling seperti dikutip dari France24, Jumat (20/11/2020).
Kini bola ada di tangan Menteri Luar Negeri Brad Raffensperger untuk memilih pencalonan yang akan diaudit, dan dia mengatakan pemilihan presiden paling masuk akal karena signifikansinya dan selisih ketat yang memisahkan para kandidat. Karena margin kecil itu, Raffensperger mengatakan penghitungan ulang secara menyeluruh diperlukan.
Suara yang sebelumnya tidak dihitung ditemukan di beberapa negara selama audit, yang membutuhkan sertifikasi ulang dari hasil pemilu di negara tersebut.(Baca juga: Lagi, Trump Keluarkan Kebijakan Kontroversial )
Penghitungan manual sekitar 5 juta suara berasal dari audit yang diwajibkan oleh undang-undang negara bagian yang baru dan bukan sebagai respon atas dugaan kecurangan atau permintaan penghitungan ulang resmi. Negara bagian Georgia memiliki waktu hingga Jumat untuk mengesahkan hasil yang telah disertifikasi dan diserahkan oleh distrik.
Distrik seharusnya menyelesaikan hitungan tangan pada pukul Rabu malam pukul 23:59 waktu setempat. Gabriel Sterling, yang mengawasi penerapan sistem pemungutan suara baru negara bagian, mengatakan pada Kamis malam bahwa audit telah selesai dan hasilnya akan segera diposting di situs web sekretaris negara.
"Setelah negara bagian mengesahkan hasil pemilu, tim kampanye yang kalah memiliki waktu dua hari kerja untuk meminta penghitungan ulang jika margin tetap berada dalam persentase 0,5%. Penghitungan ulang itu akan dilakukan menggunakan pemindai yang membaca dan menghitung suara dan akan dibayar oleh distrik," terang Sterling seperti dikutip dari France24, Jumat (20/11/2020).
Kini bola ada di tangan Menteri Luar Negeri Brad Raffensperger untuk memilih pencalonan yang akan diaudit, dan dia mengatakan pemilihan presiden paling masuk akal karena signifikansinya dan selisih ketat yang memisahkan para kandidat. Karena margin kecil itu, Raffensperger mengatakan penghitungan ulang secara menyeluruh diperlukan.
Suara yang sebelumnya tidak dihitung ditemukan di beberapa negara selama audit, yang membutuhkan sertifikasi ulang dari hasil pemilu di negara tersebut.(Baca juga: Lagi, Trump Keluarkan Kebijakan Kontroversial )
Lihat Juga :