Pertama Kali, Trump akan Ikuti KTT APEC Pekan Ini

Kamis, 19 November 2020 - 05:31 WIB
loading...
Pertama Kali, Trump...
Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump berencana mewakili Amerika Serikat (AS) dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) virtual Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pekan ini.

Presiden China Xi Jinping juga akan hadir dalam acara tersebut. Partisipasi Trump dalam forum APEC yang diselenggarakan secara virtual oleh Malaysia pada Jumat akan menjadi yang pertama di acara tersebut sejak 2017, satu-satunya saat dia berpartisipasi.

Berita itu muncul setelah pemerintahan Trump menghadapi kritik karena partisipasi level rendah pada KTT Asia Timur akhir pekan lalu, saat 15 negara menandatangani kesepakatan perdagangan regional yang didukung China.



"POTUS sedang menjalankan APEC," ungkap seorang pejabat AS, yang tidak ingin disebutkan namanya, menggunakan singkatan dari Presiden Amerika Serikat. (Baca Juga: Pennsylvania Tolak Gugatan Hukum Trump Terkait Pemilu)

Gedung Putih menolak berkomentar. Saat rencana saat ini adalah agar Trump mengambil bagian di APEC, presiden dari Partai Republik itu disibukkan dengan gugatan hukum untuk menolak kekalahannya dalam pemilu presiden 3 November. (Lihat Infografis: Obama: Cuma Diktator yang Lakukan Apa Saja demi Berkuasa)

Di masa lalu, Trump berubah pikiran tentang ikut serta dalam pertemuan semacam itu. (Lihat Video: KA Gajayana Meluncur Sendiri Tanpa Lokomotif Tabrak Alat Berat)

Xi dijadwalkan menjadi salah satu peserta dalam pertemuan para pemimpin APEC pada Jumat dan juga akan berpidato di konferensi kepala eksekutif mulai Kamis.

KTT APEC tahun lalu, yang seharusnya dihadiri Trump, tidak terjadi karena Chili mundur dari posisi sebagai penyelenggara saat protes jalanan kian memburuk dan penuh kekerasan.

Wakil Presiden AS Mike Pence mewakili Amerika Serikat di APEC pada 2018 di tengah meningkatnya ketegangan AS-China, yang telah memburuk ke level terburuk dalam beberapa dekade.

Trump gagal dalam upaya pemilu ulang setelah kampanye yang menyoroti persaingan dengan China. Trump hingga saat ini masih menolak mengakui kekalahan. Saingan dari Partai Demokrat Joe Biden akan mengambil alih Gedung Putih pada 20 Januari.

APEC diadakan secara virtual pada tahun ini karena pandemi COVID-19. Amerika Serikat terkena dampak pandemi paling keras dan Trump menuduh China bagai penyebab masalah.

Pejabat AS yang bertanggung jawab atas APEC mengatakan pekan lalu bahwa Amerika Serikat belum memutuskan siapa yang akan menghadiri pertemuan para pemimpin itu.

Xi akan menjadi sorotan saat pengaruh China terus meningkat di seluruh Asia.

Pernyataan bersama menteri APEC pada Senin menguraikan perlunya praktik perdagangan yang bebas, adil dan non-diskriminatif untuk mendorong pemulihan ekonomi dari pandemi dan reformasi struktural demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Ketidakhadiran Trump di KTT Asia Timur dipandang banyak analis sebagai penghinaan meskipun pemerintahannya telah menyatakan Asia-Pasifik dan persaingan dengan China sebagai prioritas kebijakan luar negeri.

Kamar Dagang AS mengatakan pada Senin bahwa pihaknya prihatin bahwa Amerika Serikat akan tertinggal setelah Perjanjian Kemitraan Komprehensif Regional (RCEP) 15 negara yang membentuk blok perdagangan bebas terbesar di dunia, memperkuat peran dominan China dalam perdagangan regional.

Amerika Serikat absen dari RCEP dan kelanjutan perjanjian perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP). Trump membawa AS mundur dari TPP setelah menjabat pada 2017.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved