Taiwan Berperan Penting Dalam Perang Global Melawan Kejahatan Dunia Maya
Selasa, 17 November 2020 - 17:37 WIB
loading...
Untuk menindak sindikat peretas, Europol mengundang CIB Taiwan untuk bersama-sama membentuk Operasi TAIEX. FOTO/Istimewa
A
A
A
TAIWAN - Sejak muncul pada akhir 2019, COVID-19 telah berkembang menjadi pandemi global. Menurut statistik Organisasi Kesehatan Dunia , pada 17 November 2020, ada lebih dari 55 juta kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dan lebih dari 1.32 juta kematian terkait di seluruh dunia. Taiwan telah memiliki pengalaman dalam memerangi epidemi SARS pada tahun 2003. Taiwan melakukan persiapan awal dalam menghadapi COVID-19, melakukan penyaringan awal terhadap wisatawan yang masuk, mencatat inventaris pasokan antipandemi, dan membentuk tim produksi masker nasional. Berkat tanggapan cepat pemerintah dan kerja sama rakyat, Taiwan mampu mengendalikan pandemi secara efektif.
Pada saat Komunitas internasional berupaya memerangi COVID-19 di dunia nyata, dunia maya juga telah diserang dan menghadapi tantangan besar. "Tren Serangan Cyber: Laporan Pertengahan Tahun 2020" yang diterbitkan pada Agustus 2020 oleh Check Point Software Technologies Ltd., sebuah perusahaan keamanan TI terkenal, menunjukkan bahwa serangan phishing dan malware terkait COVID-19 meningkat secara dramatis, yang awalnya dari di bawah 5.000 per minggu pada bulan Februari, menjadi lebih dari 200.000 pada akhir April.
(Baca: Jaringan Kesehatan Global di Era Pasca-Pandemi Perlu Menerima Partisipasi Taiwan )
COVID-19 telah berdampak serius pada kehidupan dan keselamatan orang. Di saat yang sama, kejahatan peretasan dunia maya juga telah menyebabkan kerusakan besar dan kerugian pada keamanan nasional, kegiatan bisnis, data pribadi orang dan keamanan properti mereka sendiri. Keberhasilan Taiwan dalam mengatasi COVID-19 telah mendapatkan pengakuan dunia. Menghadapi serangan dunia maya dan tantangan terkait, Taiwan secara aktif mempromosikan berbagai kebijakan yang dibangun dengan konsep bahwa keamanan informasi adalah keamanan nasional. Meningkatkan kapasitas pelatihan spesialis keamanan TI dan mengembangkan industri keamanan TI dan teknologi inovatif. Tim nasional Taiwan selalu hadir dalam hal pencegahan penyakit atau kejahatan dunia maya.
Kejahatan dunia maya tidak mengenal batas negara. Taiwan bergandengan tangan kerja sama lintas batas dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Penyebaran gambar pornografi anak menjadi musuh publik dunia, pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan pencurian rahasia bisnis juga menjadi fokus setiap negara dalam memerangi kejahatan. Penipuan email bisnis dan virus pemerasan (ransomware) menyebabkan kerugian finansial yang serius bagi perusahaan di berbagai negara.
Pada saat Komunitas internasional berupaya memerangi COVID-19 di dunia nyata, dunia maya juga telah diserang dan menghadapi tantangan besar. "Tren Serangan Cyber: Laporan Pertengahan Tahun 2020" yang diterbitkan pada Agustus 2020 oleh Check Point Software Technologies Ltd., sebuah perusahaan keamanan TI terkenal, menunjukkan bahwa serangan phishing dan malware terkait COVID-19 meningkat secara dramatis, yang awalnya dari di bawah 5.000 per minggu pada bulan Februari, menjadi lebih dari 200.000 pada akhir April.
(Baca: Jaringan Kesehatan Global di Era Pasca-Pandemi Perlu Menerima Partisipasi Taiwan )
COVID-19 telah berdampak serius pada kehidupan dan keselamatan orang. Di saat yang sama, kejahatan peretasan dunia maya juga telah menyebabkan kerusakan besar dan kerugian pada keamanan nasional, kegiatan bisnis, data pribadi orang dan keamanan properti mereka sendiri. Keberhasilan Taiwan dalam mengatasi COVID-19 telah mendapatkan pengakuan dunia. Menghadapi serangan dunia maya dan tantangan terkait, Taiwan secara aktif mempromosikan berbagai kebijakan yang dibangun dengan konsep bahwa keamanan informasi adalah keamanan nasional. Meningkatkan kapasitas pelatihan spesialis keamanan TI dan mengembangkan industri keamanan TI dan teknologi inovatif. Tim nasional Taiwan selalu hadir dalam hal pencegahan penyakit atau kejahatan dunia maya.
Kejahatan dunia maya tidak mengenal batas negara. Taiwan bergandengan tangan kerja sama lintas batas dengan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Penyebaran gambar pornografi anak menjadi musuh publik dunia, pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan pencurian rahasia bisnis juga menjadi fokus setiap negara dalam memerangi kejahatan. Penipuan email bisnis dan virus pemerasan (ransomware) menyebabkan kerugian finansial yang serius bagi perusahaan di berbagai negara.
Lihat Juga :