Penjelasan Jet Tempur J-20 China Bisa 'Lumpuhkan' F-35 dan F-22 AS Jika Bentrok
Senin, 16 November 2020 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam skenario seperti itu, akan ada ratusan pesawat non-LO (long observable) dan jalur rudal di wilayah operasi, serta peperangan elektronik yang intensif. Ancaman J-20 dengan rudal jarak jauh PL-15 yang beroperasi dalam kekacauan latar belakang akan menjadi masalah besar bagi perencana AS yang berusaha melindungi tanker kritis dan orbit ISR dalam jangkauan yang berguna dari area operasi," imbuh dia.
J-20 China, yang dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Corporation, mulai beroperasi pada Maret 2017 dan dapat membawa hingga enam rudal udara-ke-udara (air-to-air) di jet tempur karena ruang yang lebih besar di setiap weapons bay.
Bronk menyimpulkan bahwa jika China memprioritaskan kemampuan gaya F-22 atau F-35 untuk menembus jauh ke dalam wilayah udara yang dipertahankan oleh kekuatan lain, semua aspek kekurangan yang dapat diamati dari J-20A saat ini akan menjadi masalah, tetapi dalam masalah utama konteks regional, ini adalah keseimbangan biaya yang masuk akal, kompleksitas desain dan fitur-fitur yang dapat diamati yang rendah.
J-20 China, yang dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Corporation, mulai beroperasi pada Maret 2017 dan dapat membawa hingga enam rudal udara-ke-udara (air-to-air) di jet tempur karena ruang yang lebih besar di setiap weapons bay.
Bronk menyimpulkan bahwa jika China memprioritaskan kemampuan gaya F-22 atau F-35 untuk menembus jauh ke dalam wilayah udara yang dipertahankan oleh kekuatan lain, semua aspek kekurangan yang dapat diamati dari J-20A saat ini akan menjadi masalah, tetapi dalam masalah utama konteks regional, ini adalah keseimbangan biaya yang masuk akal, kompleksitas desain dan fitur-fitur yang dapat diamati yang rendah.
(min)
Lihat Juga :