Dokter Pilih Eksodus, Lebanon di Tepi Jurang Krisis Kesehatan
Minggu, 15 November 2020 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
"Ini akan terus berlanjut. Jika saya memiliki harapan, saya akan tetap tinggal. Tetapi, saya tidak memiliki harapan, tidak dalam waktu dekat atau dalam jangka menengah, untuk Lebanon," sambungnya.
Sharaf Abou Sharaf, ketua serikat dokter mengatakan, sekitar 400 dokter telah keluar dari Lebanon sepanjang tahun ini dan ini menimbulkan masalah besar, terutama bagi rumah sakit universitas tempat mereka berpraktik dan mengajar.
"Talenta yang berdarah ini bukan pertanda baik, apalagi jika situasinya berlangsung lama dan ada orang lain yang bersiap pergi,” ujarnya.
Menteri Kesehatan sementara Lebanon, Hamad Hassan setuju dengan pernyataan Sharaf. “Keahlian mereka dibangun selama bertahun-tahun dan sangat sulit hilang dalam semalam. Kami membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan sektor medis ke kejayaannya,” katanya.
Ghazi Zaatari, Wakil Dekan Fakultas dan Ketua Departemen Patologi & Kedokteran Laboratorium AUB, mengatakan, dia khawatir eksodus akan dipercepat.
“Selama 10 tahun terakhir kami berusaha keras untuk merekrut sekitar 220 anggota fakultas, dan sekarang sangat mengecewakan melihat banyak dari mereka yang kami pekerjakan pergi lagi,” ungkapnya.
Sharaf Abou Sharaf, ketua serikat dokter mengatakan, sekitar 400 dokter telah keluar dari Lebanon sepanjang tahun ini dan ini menimbulkan masalah besar, terutama bagi rumah sakit universitas tempat mereka berpraktik dan mengajar.
"Talenta yang berdarah ini bukan pertanda baik, apalagi jika situasinya berlangsung lama dan ada orang lain yang bersiap pergi,” ujarnya.
Menteri Kesehatan sementara Lebanon, Hamad Hassan setuju dengan pernyataan Sharaf. “Keahlian mereka dibangun selama bertahun-tahun dan sangat sulit hilang dalam semalam. Kami membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan sektor medis ke kejayaannya,” katanya.
Ghazi Zaatari, Wakil Dekan Fakultas dan Ketua Departemen Patologi & Kedokteran Laboratorium AUB, mengatakan, dia khawatir eksodus akan dipercepat.
“Selama 10 tahun terakhir kami berusaha keras untuk merekrut sekitar 220 anggota fakultas, dan sekarang sangat mengecewakan melihat banyak dari mereka yang kami pekerjakan pergi lagi,” ungkapnya.
Lihat Juga :