Maroko Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Guerguerat, Awas Pecah Perang!
Minggu, 15 November 2020 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan itu lebih lanjut menegaskan, "Maroko memutuskan bertindak sesuai kekuasaannya berdasarkan tugasnya dan kepatuhan penuh dengan legitimasi internasional."
Maroko menyalahkan Front Polisario atas konsekuensi dari situasi saat ini.
Menurut Maroko, sejak 2016, Front Polisario telah melipatgandakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan berbahaya ini di zona penyangga, melanggar perjanjian militer dan menentang seruan yang dibuat sekretaris jenderal PBB, dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya Resolusi 2414 dan Resolusi 2440, yang memerintahkan Front Polisario untuk mengakhiri tindakan destabilisasi.
Kerajaan Maroko segera memberi peringatan dan melaporkan secara rutin perkembangan yang sangat berbahaya ini kepada sekretaris jenderal dan pejabat senior PBB.
Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Referendum di Sahara Barat (MINURSO) adalah misi yang mengawasi semua pelanggaran ini.
"Semua waktu digunakan untuk melanjutkan mediasi dengan itikad baik dari Sekretaris Jenderal PBB dan misi MINURSO untuk membujuk Front Polisario agar menahan diri dari destabilisasi kawasan dan meninggalkan zona penyangga di Guerguerat," ungkap pemerintah Maroko.
Maroko menyalahkan Front Polisario atas konsekuensi dari situasi saat ini.
Menurut Maroko, sejak 2016, Front Polisario telah melipatgandakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan berbahaya ini di zona penyangga, melanggar perjanjian militer dan menentang seruan yang dibuat sekretaris jenderal PBB, dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya Resolusi 2414 dan Resolusi 2440, yang memerintahkan Front Polisario untuk mengakhiri tindakan destabilisasi.
Kerajaan Maroko segera memberi peringatan dan melaporkan secara rutin perkembangan yang sangat berbahaya ini kepada sekretaris jenderal dan pejabat senior PBB.
Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Referendum di Sahara Barat (MINURSO) adalah misi yang mengawasi semua pelanggaran ini.
"Semua waktu digunakan untuk melanjutkan mediasi dengan itikad baik dari Sekretaris Jenderal PBB dan misi MINURSO untuk membujuk Front Polisario agar menahan diri dari destabilisasi kawasan dan meninggalkan zona penyangga di Guerguerat," ungkap pemerintah Maroko.
Lihat Juga :