Dua Rudal Pembunuh Kapal Induk China Hantam Kapal di Laut China Selatan

Sabtu, 14 November 2020 - 08:49 WIB
loading...
A A A
“Tak lama setelah itu, seorang atase militer Amerika di Jenewa mengeluh (kepada kami) dan mengatakan itu akan menyebabkan konsekuensi yang parah jika misil menghantam kapal induk Amerika. Mereka melihat ini sebagai unjuk kekuatan. Tapi kami melakukan ini karena provokasi mereka," kata Wang. (Baca juga: China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Peringatan untuk AS )

Pernyataannya dibuat selama empat hari forum Moganshan untuk membahas masalah domestik dan internasional serta rencana lima tahun baru China. Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional tersebut dihadiri oleh 80 ekonom, mantan pejabat pemerintah dan pengusaha.

"Ini adalah peringatan bagi AS, memintanya untuk tidak mengambil risiko militer," kata Wang. Tindakan seperti itu menandai garis bawah konfrontasi China-AS.

Peluncuran rudal itu terjadi pada saat ketegangan tinggi antara Beijing dan Washington atas Laut China Selatan yang disengketakan.

Angkatan Laut AS mengatakan pada 4 Juli pihaknya telah mengerahkan dua kelompok kapal induk, yang dipimpin oleh USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, untuk melakukan latihan pertahanan udara taktis di perairan yang disengketakan "untuk mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

Beijing mengecam manuver tersebut, menggambarkannya sebagai tindakan provokatif. Sedangkan AS mengatakan peluncuran rudal China sembrono dan membuat situasi tidak stabil.

Song Zhongping, mantan instruktur Korps Artileri Kedua Tentara Pembebasan Rakyat, mengatakan misi tembakan dua misil pembunuh kapal induk tersebut adalah bukti bahwa China dapat melakukan serangan presisi jarak jauh terhadap kapal permukaan menengah hingga besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Serangan AS Masuki Hari...
Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk
Serangan AS Nyaris Hantam...
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Rekomendasi
Jersey Bersejarah Pele...
Jersey Bersejarah Pele Laku Rp80 Miliar, Jadi Memorabilia Termahal Sang Legenda
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Berita Terkini
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved