Mantan PM Suriah Dituduh Jadi Agen Ganda Israel, Inggris dan Prancis
Jum'at, 13 November 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Mardam, menurut laporan itu, telah menjadi pendukung utama gagasan "Suriah Raya" yang akan membuat pasukan Prancis diusir dari wilayah mandat mereka.
Satu negara baru kemudian akan dibentuk di wilayah Suriah, Irak dan Yordania yang dikenal sebagai Transyordania pada saat itu. Negara itu rencananya akan diperintah keluarga Hashemite, di bawah pengaruh kuat Inggris.
Menurut Zamir, rencana tersebut akan memungkinkan Inggris mempertahankan pengaruh yang luas di wilayah tersebut.
Mardam diperas untuk bekerja dengan Prancis, melawan Inggris, setelah bukti rencana tersebut diungkapkan ke dinas intelijen Paris.
Prancis mengancam membagikan bukti dokumenter bahwa Mardam bekerja sebagai mata-mata Inggris dengan musuh politiknya di Suriah, memaksa perdana menteri itu menjadi agen ganda.
Meski demikian, cerita Zamir tentang kehidupan Mardam sangat berbeda dari versi kejadian yang diterima sebelumnya.
Satu negara baru kemudian akan dibentuk di wilayah Suriah, Irak dan Yordania yang dikenal sebagai Transyordania pada saat itu. Negara itu rencananya akan diperintah keluarga Hashemite, di bawah pengaruh kuat Inggris.
Menurut Zamir, rencana tersebut akan memungkinkan Inggris mempertahankan pengaruh yang luas di wilayah tersebut.
Mardam diperas untuk bekerja dengan Prancis, melawan Inggris, setelah bukti rencana tersebut diungkapkan ke dinas intelijen Paris.
Prancis mengancam membagikan bukti dokumenter bahwa Mardam bekerja sebagai mata-mata Inggris dengan musuh politiknya di Suriah, memaksa perdana menteri itu menjadi agen ganda.
Meski demikian, cerita Zamir tentang kehidupan Mardam sangat berbeda dari versi kejadian yang diterima sebelumnya.
Lihat Juga :