Trump Pecat Bos Pentagon, Persiapan Kudeta Militer terhadap Biden?

Jum'at, 13 November 2020 - 07:57 WIB
loading...
A A A
Meski kedengarannya seperti orang Pentagon yang samar-samar, Macgregor terkenal karena advokasi penarikan pasukan AS yang cepat dari Afghanistan—sesuatu yang Trump katakan bulan lalu dia ingin melihatnya pada Natal tahun ini, menjelang timeline 2021 yang dibayangkan dalam perjanjian perdamaian antara AS dengan Taliban.

Lee Fang dari Intercept mengutip seorang pejabat Pentagon secara anonim yang pada dasarnya menegaskan bahwa pembersihan Pentagon ditujukan untuk mengatasi perlawanan oleh birokrat karier dan kompleks industri militer terhadap kebijakan Trump.

“Presiden mengambil kembali kendali DOD (Departemen Pertahanan). Ini adalah kelahiran kembali kebijakan luar negeri. Ini adalah kebijakan luar negeri Trump," ujar pejabat Pentagon tersebut.

“Ini terjadi karena Presiden merasa neokonservatisme telah mengecewakan rakyat Amerika,” imbuh dia.

Trump berkampanye pada tahun 2016 untuk mengakhiri "perang tanpa akhir" AS di luar negeri. Namun, dalam beberapa bulan, dia membiarkan dirinya dibujuk oleh Pentagon untuk meningkatkan aksi tentara AS dengan membom Afghanistan dan meluncurkan rudal ke Suriah.

Setelah semua wilayah yang dikuasai oleh teroris ISIS dibebaskan, Trump mendesak penarikan diri tentara AS dari Suriah, Afghanistan dan Irak—yang mendapat perlawanan dari Pentagon.

Menteri Pertahanan sebelumnya Jim Mattis mengundurkan diri atas keputusan Trump soal Suriah pada akhir 2018. Sebagian besar pasukan AS di sana ditarik pada Oktober 2019. Beberapa pasukan juga ditarik keluar dari Irak tahun ini, dengan alasan kekhawatiran atas virus corona, meskipun banyak yang masih bertahan. Sebuah perjanjian damai dengan Taliban ditandatangani pada bulan Februari tahun ini, setelah hampir 20 tahun perang yang dengan sempurna mendefinisikan "misi merayap".

Tidak dapat disangkal bahwa situasi politik saat ini di Washington—dengan Biden mengklaim dia memenangkan pilpres AS dan Trump menolaknya dengan mengklaim ada kecurangan di negara-negara bagian utama—penuh dengan bahaya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
Pemuda Gunung Putri...
Pemuda Gunung Putri Bogor Terseret Ombak Pantai Goa Langir Sawarna
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
5 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
7 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Pertimbangkan...
Donald Trump Pertimbangkan Opsi Serangan Militer Langsung ke Iran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved