Trump Larang Orang AS Investasi di Perusahaan Terkait Militer China
Jum'at, 13 November 2020 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
"Dan pasukan Amerika Serikat di luar negeri, termasuk dengan mengembangkan dan menyebarkan senjata pemusnah massal, senjata konvensional canggih, dan tindakan berbahaya yang memungkinkan (serangan) dunia maya terhadap Amerika Serikat dan rakyatnya," lanjut perintah eksekutif tersebut. (Baca juga: Terungkap, AS Gunakan Pesawat Sipil Pantau Lepas Pantai China )
Trump mengklaim Beijing memaksa perusahaan swasta untuk mendukung kompleks industri militernya, termasuk dengan meningkatkan modal dengan menjual sekuritas di pasar luar negeri. “Dengan cara itu, RRC mengeksploitasi investor Amerika Serikat untuk membiayai pembangunan dan modernisasi militernya," imbuh rincian perintah eksekutif Trump.
Langkah tersebut hanyalah serangan terbaru Washington terhadap perusahaan China. Pemerintahan Trump sebelumnya telah melarang orang Amerika melakukan bisnis dengan lusinan perusahaan teknologi China yang diklaimnya didorong oleh Beijing untuk memasok intelijen China dengan akses ke data pengguna, memungkinkannya untuk memata-matai pengguna di seluruh dunia.
Beijing dan perusahaan yang dituduh, seperti Huawei dan TikTok, dengan tegas membantah bahwa paksaan politik atau kemampuan teknis semacam itu ada dan mengatakan produk mereka aman.
Trump mengklaim Beijing memaksa perusahaan swasta untuk mendukung kompleks industri militernya, termasuk dengan meningkatkan modal dengan menjual sekuritas di pasar luar negeri. “Dengan cara itu, RRC mengeksploitasi investor Amerika Serikat untuk membiayai pembangunan dan modernisasi militernya," imbuh rincian perintah eksekutif Trump.
Langkah tersebut hanyalah serangan terbaru Washington terhadap perusahaan China. Pemerintahan Trump sebelumnya telah melarang orang Amerika melakukan bisnis dengan lusinan perusahaan teknologi China yang diklaimnya didorong oleh Beijing untuk memasok intelijen China dengan akses ke data pengguna, memungkinkannya untuk memata-matai pengguna di seluruh dunia.
Beijing dan perusahaan yang dituduh, seperti Huawei dan TikTok, dengan tegas membantah bahwa paksaan politik atau kemampuan teknis semacam itu ada dan mengatakan produk mereka aman.
(min)
Lihat Juga :